Perkebunan Agave di Nusa Penida. Klungkung. Sumber Foto : Istimewa
Perkebunan Agave di Nusa Penida. Klungkung. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam peluncuran tiga lini produk baru COCO BALI RTD, CLARISSA Liqueur, dan LIBARRON Whisky pada Sabtu (27/12/2025), PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) mengungkapkan rencana strategis pengembangan perkebunan agave di Nusa Penida. Langkah ini menjadi fondasi lahirnya produk spirit berbahan agave khas Bali yang ditargetkan dapat bersaing hingga pasar global.

Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery Tbk, Bona Budhisurya, menjelaskan bahwa Nusa Penida dipilih karena kondisi tanahnya paling ideal untuk budidaya agave.

“Agave membutuhkan tanah yang berpasir atau berkapur, di Nusa Penida itu kapur semua. Dan kita awal mencoba satu hektar, tapi kita sudah siapkan 11 hektar,” ungkap Bona.

Ia menuturkan bahwa program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah sejak awal perizinan.

Baca Juga :  DJP Bali dan Pemkab Klungkung Edukasi Wajib Pajak di Nusa Penida

“Bupati Klungkung langsung semangat, langsung support, dan minta kita untuk bekerja sama dengan penduduk setempat untuk menanam. Kita kasih bibitnya, kita yang akan beli. Jadi itu menjadi ekosistem yang sangat win-win untuk masyarakat di Nusa Penida,” jelasnya.

Bona menyampaikan bahwa fokus awal pengembangan agave adalah pasar ekspor. Namun, produk untuk pasar domestik tetap akan disediakan.

“Fokus utama adalah untuk ekspor, tapi pasti harus kita jual di Indonesia juga dong. Kalau nggak, nanti orang Indonesia ngiri,” ujarnya.

Lebih jauh, Bona menegaskan bahwa perusahaan telah membuat batch percobaan spirit berbahan agave Bali yang mendapat apresiasi dari ahli tequila internasional.

Baca Juga :  24 Atlet Red Bull Cliff Diving Siap Tampil di Nusa Penida

“Saya udah bikin small batch, saya bawa ke Amerika waktu itu ambil kelas untuk bikin tequila. Speakernya orang Meksiko, master distiller Tapatio. Dia coba, dia kaget, ‘loh ini kok enak banget?’ Dapat dari mana? Dari Bali, saya bilang,” tuturnya.

Namun karena regulasi internasional, produk berbahan agave dari luar wilayah Jalisco Meksiko tidak boleh menggunakan nama ‘tequila’.

“Di dunia industri minuman alkohol, yang bisa dibilang tequila cuma dari Meksiko dan daerah tertentu. Di luar Jalisco nggak bisa bilang tequila. Jadi kita akan namakan Agave Spirit from Bali,” tegas Bona.

Dikonfirmasi terpisah pada Rabu (31/12/2025), Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menyatakan bahwa pengembangan kebun agave di Nusa Penida merupakan peluang baru yang sangat menjanjikan.

Baca Juga :  24 Atlet Red Bull Cliff Diving Siap Tampil di Nusa Penida

“Terkait kebun agave, ini merupakan potensi baru di Nusa Penida yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Selain keindahan alam, Nusa Penida ternyata memiliki potensi di bidang pertanian yang luar biasa dan kualitasnya diakui dunia,” ujarnya.

Menurutnya, program ini tidak hanya membuka diversifikasi ekonomi, tetapi juga memberi peluang pendapatan baru bagi masyarakat lokal.

“Kita bisa mendorong masyarakat memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif untuk ditanam agave sehingga bisa menjadi sumber penghasilan baru,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Klungkung memastikan akan mengawal dan mendukung penuh program ini.

“Kami akan segera sosialisasikan ke desa-desa agar masyarakat memanfaatkan lahannya. Ini akan menjadi ikon baru Nusa Penida selain rumput laut,” tegasnya.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News