
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Sehari setelah banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Manggis, suasana berbeda tampak di SMPN 3 Manggis, Karangasem, Jumat (12/12/2025). Aktivitas belajar terpaksa terhenti karena seluruh warga sekolah fokus membersihkan endapan lumpur tebal yang menutupi hampir seluruh ruang kelas.
Sejak pagi, halaman dan lorong sekolah dipenuhi siswa, guru, serta personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem yang bahu-membahu membersihkan sisa material banjir. Dua unit mobil pemadam berkapasitas besar dan satu kendaraan operasional disiagakan di sekitar sekolah untuk mempercepat proses pembersihan.
Kepala Dinas Damkartan Karangasem, Artha Negara, mengatakan pihaknya langsung merespons permintaan bantuan dari sekolah setelah banjir bandang melintas dari aliran sungai yang berada di belakang SMPN 3 Manggis pada Kamis sore.
“Tujuh personel kami kerahkan untuk mendukung proses pembersihan agar kegiatan belajar dapat segera pulih. Penyemprotan dilakukan dengan sistem portable memanfaatkan debit air sungai. Total sekitar 30 ribu liter air digunakan untuk membersihkan endapan lumpur,” jelas Artha.
Saat petugas damkar menyemprot ruang kelas, para siswa dan guru ikut bergotong royong mengikis lumpur, mengangkat meja dan kursi yang sebelumnya terjebak kotoran, serta membersihkan dinding hingga perlengkapan belajar. Meski tampak kelelahan, semangat kebersamaan di antara mereka sangat terasa.
Kepala SMPN 3 Manggis, I Ketut Gunawan, mengatakan pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Damkartan sesaat setelah banjir merendam area sekolah.
“Kami meminta bantuan agar pembersihan berlangsung lebih cepat. Syukurnya Damkar segera datang dan melakukan penyemprotan sejak pagi,” ujarnya.
Meski kondisi bangunan sekolah masih jauh dari normal, pihak sekolah optimistis proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dalam waktu dekat setelah seluruh area benar-benar bersih dan aman digunakan.(st/bpn)












