OJK
Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga, KSSK Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai Target. Sumber Foto : OJK Bali

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Stabilitas sistem keuangan (SSK) nasional pada triwulan III 2025 dinilai tetap terjaga dan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadi hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV tahun 2025 yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2025.

KSSK yang beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua OJK, dan Ketua LPS, menyepakati penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan untuk tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah risiko global.

KSSK melihat kondisi eksternal masih menghadapi ketidakpastian dampak tarif impor AS, meski ekspektasi pemulihan ekonomi dunia mulai menguat. IMF dalam laporan Oktober 2025 merevisi naik proyeksi pertumbuhan global 2025 menjadi 3,2%.

Baca Juga :  Industri Jasa Keuangan Bali Tetap Solid, Ekonomi Tumbuh 5,58 Persen

Di dalam negeri, momentum pertumbuhan ekonomi makin solid. Konsumsi dan investasi tetap terjaga, didukung stimulus dan sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta sektor keuangan. Pemerintah memproyeksikan ekonomi dapat tumbuh 5,2% secara full year 2025.

Likuiditas perekonomian meningkat, antara lain melalui penempatan kas pemerintah sebesar Rp200 triliun. Rupiah juga terjaga dengan dukungan intervensi BI dan peningkatan konversi valas dari eksportir setelah penguatan aturan DHE SDA. Posisi cadangan devisa per September 2025 berada di level tinggi US$148,7 miliar.

Inflasi domestik tetap dalam sasaran, meski kelompok volatile food naik karena kenaikan harga komoditas pangan. Inflasi September tercatat 2,65% yoy dan Oktober 2025 naik menjadi 2,86% yoy.

Baca Juga :  OJK Bali Dorong Transformasi BPR/BPRS Lewat Konsolidasi dan Penguatan Tata Kelola

Di sektor pasar keuangan, kinerja Obligasi Negara membaik, IHSG mencatat penguatan signifikan, sementara penghimpunan dana di pasar modal hingga 31 Oktober 2025 mencapai Rp198,84 triliun.

Perbankan juga tetap resilien, ditopang permodalan kuat dan profil risiko terjaga. Kredit per September 2025 tumbuh 7,7% yoy, sementara DPK tumbuh 11,18% yoy. Di industri asuransi, RBC berada jauh di atas ketentuan minimal.

Pemerintah juga menggulirkan paket stimulus tambahan, antara lain percepatan program strategis, perpanjangan insentif perpajakan, hingga BLT sementara untuk 35,05 juta KPM yang ditargetkan tuntas penyalurannya pada pekan kedua November 2025.

Baca Juga :  Industri Jasa Keuangan Bali Tetap Solid, Ekonomi Tumbuh 5,58 Persen

KSSK menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi kebijakan menghadapi dinamika global dan geopolitik, serta memastikan sinergi kebijakan fiskal, moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran berjalan efektif. (*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News