OJK
Dari Kelas untuk Masa Depan, OJK Bali Kenalkan Modul Literasi Keuangan bagi Siswa SMA/MA. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melangkah lebih jauh dalam misi membangun generasi muda yang cerdas finansial. Melalui peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan untuk SMA dan MA, OJK Bali menghadirkan cara baru belajar tentang uang, tabungan, dan investasi sejak di bangku sekolah.

Bertempat di Kantor OJK Provinsi Bali, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Kementerian Agama, serta ratusan guru dan kepala sekolah se-Bali.

Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu menyebut, modul ajar ini bukan sekadar bahan pelajaran, melainkan upaya menanamkan budaya bijak mengelola keuangan sejak dini.

Baca Juga :  OJK Dukung Kepastian Hukum Penanganan Kredit Macet Lewat Business Judgement Rule

“Kami ingin siswa memahami bahwa uang adalah alat, bukan tujuan. Literasi keuangan membantu mereka merencanakan masa depan dengan lebih baik, baik untuk diri sendiri maupun bangsa,” ungkapnya.

Modul ini dirancang dengan pendekatan yang sederhana dan relevan, terdiri dari 16 jam pembelajaran yang akan mulai digunakan di semester dua tahun ajaran 2025/2026. Di dalamnya, siswa diajak mengenal peran OJK, memahami industri jasa keuangan, mengenali bentuk-bentuk kejahatan finansial, hingga belajar menggunakan platform pembelajaran daring lmsku.ojk.go.id.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikpora Bali I Putu Agus Indrajaya, yang hadir mewakili Kadisdikpora, menilai langkah OJK Bali sebagai terobosan penting di dunia pendidikan.

Baca Juga :  OJK Ungkap Tren Positif Kredit dan Investasi pada April 2026

“Anak muda harus punya kemampuan mengatur keuangan, karena literasi keuangan adalah keterampilan hidup yang akan mereka bawa sepanjang hayat,” ujarnya.

Dengan jumlah pelajar mencapai lebih dari 900 ribu orang di Bali, modul ini menjadi sarana strategis memperluas pemahaman finansial di kalangan pelajar.

Selain peluncuran modul, OJK Bali juga menyalurkan 1.000 buku tulis untuk siswa SMA melalui program OJK Peduli. Acara turut diisi sesi edukasi tentang Investasi di Pasar Modal bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Literasi Keuangan Pinjaman Daring bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI).

Baca Juga :  Pelajar di Daerah Bisa Naik Kelas Lewat TEFA Astra Honda

Langkah ini memperkuat sinergi antara sektor keuangan dan pendidikan di Bali, memastikan generasi muda tidak hanya pandai menabung, tetapi juga bijak memanfaatkan peluang ekonomi digital di masa depan. (*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News