Banjir
Sekretaris Dewan DPRD Bali I Ketut Nayaka mendapat penjelasan mengenai mitigasi bencana dari Nugraha Riyadi, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA — Sekretariat DPRD Bali bersama sejumlah wartawan yang bertugas di lingkungan DPRD Bali mengadakan kunjungan kerja ke DKI Jakarta khususnya ke Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta untuk mempelajari pengelolaan aliran sungai sebagai langkah antisipasi terhadap masalah banjir di Bali pada Kamis (9/10/2025).

Kunjungan dipimpin langsung oleh Sekretaris Dewan DPRD Bali I Ketut Nayaka, didampingi oleh Kabag Persidangan DPRD Bali, I Gusti Agung Alit Wikrama dan Kasubag Tata Kepegawaian, Humas, dan Protokol Sekretariat DPRD Bali, Kadek Putra Suantara.

Dalam Diskusi terungkap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat upaya pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana banjir melalui sistem peringatan dini (early warning system) yang terintegrasi. 

Baca Juga :  DPRD Bali Terima Laporan BPK, Pemprov Bali Kembali Sabet Opini WTP

Hal ini disampaikan oleh Nugraha Riyadi, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta.

Menurutnya, isu lingkungan, khususnya limbah dan penyediaan air bersih, kini menjadi perhatian global. 

Pemerintah DKI Jakarta telah mengambil langkah antisipatif dengan membentuk struktur kelembagaan yang secara khusus menangani kedua aspek tersebut. 

“Kita memiliki bidang yang mengurusi masalah limbah dan air bersih. Untuk air bersih ditangani oleh PAM Jaya, sedangkan limbah oleh PAL Jaya. Namun, untuk kebijakan dan arah pengelolaan tetap berada di Dinas Sumber Daya Air,” ujar Nugraha.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan agar seluruh warga Jakarta dapat menikmati akses air bersih secara merata dan agar pengelolaan limbah dari masyarakat dapat ditangani dengan baik. 

Baca Juga :  DPRD Bali Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah, Perkuat Fondasi PAD

Selain itu, pihaknya juga berupaya memberikan mitigasi terbaik bagi masyarakat, baik dalam menjaga keselamatan jiwa maupun harta benda dari risiko banjir.

kunjungan kerja ke DKI Jakarta khususnya ke Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta. Sumber Foto : ads/bpn

Sebagai wilayah dengan 13 sungai utama, Jakarta terus memperkuat sistem peringatan dini banjir. 

“Kami membangun early warning system mulai dari hulu, di wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Misalnya, jika ketinggian air di Katulampa sudah mencapai siaga 1, maka warga Jakarta akan segera mendapatkan informasi agar bisa bersiap dan menuju lokasi pengungsian yang telah ditentukan,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Bali Terima Laporan BPK, Pemprov Bali Kembali Sabet Opini WTP

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bali, I Ketut Nayaka, yang turut melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, menyampaikan apresiasinya atas sistem mitigasi dan pengelolaan sumber daya air yang telah diterapkan. 

“Harapannya, dari kejadian banjir yang lalu, kita bisa belajar agar hal serupa tidak terulang kembali. Informasi yang kami dapatkan di sini sangat komprehensif dan akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Upaya terintegrasi antara mitigasi banjir, pengelolaan air bersih, dan pengendalian limbah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan tata kelola lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News