FLOQ
Senior Vice President FLOQ, Paul Versley dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, CANGGU – Industri aset kripto di Indonesia terus tumbuh pesat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pelanggan aset kripto di tanah air telah melampaui 15 juta pengguna per Juni 2025.

Di tengah tren tersebut, FLOQ, platform investasi aset kripto digital yang berizin dan diawasi OJK, sukses mencatat hampir 1 juta pengguna terdaftar hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak resmi diluncurkan pada 30 Mei 2025.

Keberhasilan ini tak lepas dari strategi FLOQ yang menghadirkan produk mudah diakses, aman, dan ramah pengguna baru.

“Pertumbuhan yang sangat cepat ini adalah hasil dari kolaborasi tim dan komunitas untuk bergerak bersama dalam mencapai visi kami menghadirkan akses mudah ke aset kripto bagi seluruh masyarakat Indonesia. FLOQ hadir bukan hanya untuk membangun platform, tetapi juga membangun kepercayaan dan literasi digital agar lebih banyak orang berani memasuki era Web3,” ujar Founder FLOQ, Yudhono Rawis kepada awak media di Canggu, Rabu (20/6/2025).

Baca Juga :  OJK Siapkan Roadmap IAKD 2026–2031, Perkuat Industri Keuangan Digital dan Aset Kripto Nasional

Sejak awal, FLOQ menargetkan pengalaman investasi digital yang sederhana namun inklusif. Pengguna bisa memulai investasi mulai dari Rp1.000, dengan verifikasi instan, integrasi pembayaran ke platform populer, hingga fitur one-click buy/sell.

Pengembangan produk FLOQ juga berbasis masukan komunitas, mulai dari desain UI yang ramah pemula hingga kampanye edukasi dengan bahasa sederhana. Strategi ini membuat pengguna merasa nyaman, sehingga mendorong retensi tinggi dan promosi organik dari komunitas.

Di tengah industri kripto yang sering diwarnai isu ketidakpercayaan, FLOQ menjaga kredibilitas lewat kepatuhan regulasi, standar keamanan internasional, dan transparansi, dengan Memiliki izin dan diawasi OJK; Memiliki sertifikasi ISO 27001; Menerapkan Know Your Customer (KYC); serta Melakukan pemeriksaan PPATK dan pemantauan transaksi real-time.

Eksekutif FLOQ juga aktif hadir di forum komunitas dan media untuk menjaga komunikasi terbuka, khususnya di saat pasar sedang volatil.

Hanya dalam tiga bulan, komunitas FLOQ di media sosial juga berkembang pesat. Saat ini FLOQ meraih lebih dari 210 ribu pengikut lintas platform seperti Instagram, TikTok, dan LinkedIn.

Pertumbuhan tersebut menghasilkan hampir 20 juta impresi, termasuk lebih dari 100 ribu interaksi di Instagram dan 1,4 juta impresi di TikTok. Hal ini berkat konsistensi produksi lebih dari 1.000 konten edukasi dan storytelling yang membangun kepercayaan komunitas.

Baca Juga :  OJK Siapkan Roadmap IAKD 2026–2031, Perkuat Industri Keuangan Digital dan Aset Kripto Nasional

“Kecepatan bukan hanya soal waktu, tetapi juga soal struktur dan koordinasi. Itulah yang membuat kami mampu melayani hampir satu juta pengguna dalam waktu singkat,” tambah Senior Vice President FLOQ, Paul Versley.

Ke depan, FLOQ menegaskan fokus pada tiga prioritas utama, yakni: Efisiensi operasional melalui optimalisasi prosedur dan pemanfaatan teknologi; Inovasi produk berkelanjutan, lengkap dengan modul edukasi yang relevan dan mudah dipahami; serta Penguatan tata kelola, keamanan informasi, dan kepatuhan regulasi.

Dengan strategi tersebut, FLOQ menargetkan menjadi pendamping keuangan digital terpercaya bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan industri teknologi dan keuangan nasional.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News