BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Komang Adi Saputra asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng harus kehilangan nyawa saat mengikuti sang ayah bekerja. Anak berusia 9 tahun ini ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah kolam tambak udang tempat ayahnya bekerja.
Peristiwa tersebut terjadi Selasa (10/6/2025) di tambak udang yang berlokasi di Banjar Dinas/Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Awalnya sekitar pukul 10.45 korban mengikuti sang ayah bernama Komang Swastika untuk bekerja di tambak udang dengan menaiki sepeda gayung. Di sana (tambak, red) korban sedang asiknya bermain sepeda dan sesaat kemudian tidak terlihat.
“Tadinya korban bermain sepeda disekitar area tambak, tapi sesaat kemudian ayahnya baru sadar kalau korban sudah tidak terlihat,” jelas Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika saat dikonfirmasi, Rabu (11/6/2025).
Khawatir dengan keberadaan sang anak, Komang Swastika langsung mencari disekitar tambak termasuk ke perumahan warga. Akan tetapi hasilnya tetap nihil. Ia kemudian memberitahu semua pekerja di tambak untuk bisa membantu mencari keberadaan sang buah hati tercinta.
Baru sekitar pukul 11.30 WITA, salah satu rekan kerjanya kemudian melihat sepeda gayung milik anaknya telah berada di dasar kolam. Setelah ditelusuri kembali akhirnya tidak jauh dari lokasi sepeda ditemukan, anak korban juga ditemukan sudah dalam kondisi tenggelam.
Proses evakuasi pun dilangsungkan dan korban sempat dilarikan ke Puskesmas Gerokgak. Akan tetapi setibanya di Puskesmas korban sudah dinyatakan dalam kondisi meninggal dunia.
“Sempat dibawa ke puskesmas dan tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia satu jam sebelumnya,” tandasnya.(dar/bpn)













