
BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai di Bangli pada Senin (19/5/2025). Program strategis nasional ini mulai dijalankan dari Kecamatan Tembuku dengan menyasar 1.302 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Peluncuran MBG dipusatkan di SMPN 1 Tembuku, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Bangli, termasuk Dandim 1626/Bangli, Kapolres Bangli, Ketua DPRD Bangli, serta pimpinan perangkat daerah dan instansi terkait lainnya.
Suasana penuh semangat tampak dari para siswa yang menjadi penerima program. Seorang siswa mengungkapkan antusiasmenya. “Menu makannya lumayan enak. Jadi bisa lebih hemat bekal,” celetuknya dengan wajah gembira.
Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran MBG yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Program MBG ini dimaksudkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi generasi muda yang berimbas pada terciptanya generasi muda yang berkualitas,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan program ini secara menyeluruh, dari proses produksi hingga distribusi.
“Kami harapkan program MBG ini bisa segera terlaksana di seluruh Bangli,” imbuh Suastika.
Meski baru menyasar Kecamatan Tembuku, pihaknya menegaskan pelaksanaan di kecamatan lain masih menunggu kesiapan dapur umum dan arahan dari pemerintah pusat.
Sementara itu, perwakilan Humas Dapur Umum SPPG Penida, I Dewa Ketut Adnyana, memastikan bahwa proses penyediaan makanan telah memenuhi standar operasional dan prosedur yang ketat.
“Untuk menu MBG kami melibatkan ahli gizi dan relawan yang berkompeten di bidangnya. Sehingga takaran dan gizi yang terkandung di dalamnya betul-betul diawasi oleh pihak yang berkompeten,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas dan keamanan makanan menjadi prioritas utama, guna memastikan kesehatan para siswa sebagai generasi penerus bangsa.
“Melalui pelaksanaan MBG ini, kita semua tentu berharap program nasional untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas bisa segera terwujud untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” pungkasnya.(an/bpn)












