BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Isu Erupsi Gunung Agung kembali diangkat dalam debat publik kedua antara calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Minggu (3/11/2024) sore. Diskusi tentang bencana tersebut tampaknya menjadi upaya untuk memengaruhi opini publik terhadap pasangan calon nomor urut 3, Gusti Putu Parwata dan Pandu Parapanca Lagosa.
Namun, tak banyak yang mengetahui kontribusi nyata yang dilakukan I Gusti Putu Parwata saat Gunung Agung erupsi beberapa tahun lalu. Sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karangasem, sosok yang akrab disapa Gus Par ini aktif mengoordinasikan relawan dan pemuda untuk membantu evakuasi warga dari zona bahaya.
Gus Par tidak hanya memimpin dari belakang. Dengan memanfaatkan kendaraan yang dimiliki GMT, ia membantu mengangkut warga beserta ternak mereka menuju tempat pengungsian. KNPI juga secara rutin menyalurkan bantuan sembako dan mendirikan tenda di berbagai titik pengungsian untuk mendukung para korban bencana.
Selain itu, KNPI turut memperhatikan kesejahteraan hewan-hewan peliharaan yang tertinggal. Bersama sekretaris KNPI saat itu, I Gusti Ngurah Setiawan dan I Gusti Gede Subagiarta, Gus Par mengajak pemuda dan relawan untuk mengumpulkan buah, sayur, serta makanan hewan. Bantuan ini kemudian didistribusikan ke kawasan perbatasan hutan dan daerah-daerah yang ditinggalkan pengungsi untuk memastikan kelangsungan hidup hewan peliharaan dan satwa liar yang terdampak.
“Kami saat itu punya program KNPI Peduli, sehingga hampir di setiap titik pengungsian, KNPI hadir membawa bantuan, mendirikan tenda, dan menyuplai makanan untuk hewan-hewan yang ditinggalkan,” ujar Gusti Putu Parwata.
I Gusti Ngurah Setiawan, mantan sekretaris KNPI, menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Gus Par yang berhasil menggerakkan bantuan tanpa dukungan dana dari Pemkab Karangasem. Selama masa erupsi, berbagai bantuan seperti susu dan buku berhasil disalurkan berkat dukungan dari kolega di luar Karangasem.
“Selama tiga tahun kepemimpinan Gus Par di KNPI Karangasem (2016-2019), KNPI beroperasi tanpa dana dari Pemda. Meski tanpa anggaran, semangat kami untuk membangun Karangasem tak pernah surut,” pungkas Setiawan.
Kiprah Gus Par dalam membantu masyarakat dan hewan terdampak erupsi ini menunjukkan komitmennya yang kuat, menginspirasi pemuda Karangasem untuk berperan aktif dalam penanganan bencana tanpa mengharapkan pamrih.(st/bpn)













