Deklarasi Jurnalis Bali Dukung Kesuksesan WWF ke-10 2024
Reporter Radio Gema Merdeka, Sopian Hadi (kiri) dan Wakil Ketua PWI Bidang Pendidikan, Arief Wibisono (kanan) dalam rangkaian sharing session acara Deklarasi Jurnalis Bali Dukung Kesuksesan WWF ke-10 2024, Senin (20/5/2024). Sumber Foto : dnd/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BATUBULAN – Forum Air Sedunia ke-10 akan diadakan di Indonesia, dengan Provinsi Bali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraannya. Acara ini dianggap sebagai kesempatan penting untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan mencari solusi terhadap tantangan global seputar sumber daya air. Gelaran tersebut akan berlangsung dari 18 hingga 25 Mei 2024 di Kawasan Nusa Dua Bali, dengan tema “Air untuk Kesejahteraan Bersama”. Terdapat 230 sesi forum tematik, 55 side events, dan 10 sesi khusus yang akan diadakan, dengan partisipasi ribuan orang dari berbagai negara di dunia.

Sebagai wujud dukungan para jurnalis terkait pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 di Bali ini, Sopian Hadi atau yang akrab disapa Adi Godong selaku Reporter Radio Gema Merdeka mengajak para jurnalis dari berbagai media untuk turut serta dalam melakukan deklarasi dukungan terhadap WWF. Acara Deklarasi Jurnalis Bali Dukung Kesuksesan WWF ke-10 2024 ini juga menghadiri narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, bapak Arief Wibisono selaku Wakil Ketua PWI bidang pendidikan, dilaksanakan pada Senin (20/5/2024) di Misanto Coffee Eatery Meetings Batubulan.

Baca Juga :  Dikpora FC Denpasar Sukses Gelar Trofeo Ki Hajar Dewantara 2024

Dalam pelaksanaan WWF ke-10 ini, jurnalis mempuanyai tugas pokok yaitu memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat mengenai pentingnya forum ini sebagai pembaruan dalam pengelolaan sumber daya khususnya air. Jurnalis juga turut diharapkan berpartisipasi dalam memberikan informasi yang sifatnya positif agar ke depan selama perhelatan WWF yang dimulai sejak tanggal 18 hingga 25 Mei 2024 mendatang bisa berjalan dengan sukses dan lancar.

“Memang peran kita (Jurnalis, red) tidak besar tapi peran kita sangat penting dalam memberikan informasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat atas dampak seperti apa yang bisa dipetik dari pelaksanaan WWF ini yang dilaksanakan di Bali,” ucap Adi Gondong.

Baca Juga :  Nathaswara Launching Baliku, Jaga Bali Lewat Lagu

Selain itu, dampak dari diadakannya perhelatan WWF ini juga memberikan kontribusi bagi pariwisata di Bali yang cukup besar.

Dengan wartawan ataupun jurnalis yang berfungsi menggali berbagai informasi untuk diberitakan, setidaknya ini memberikan impact bagi masyarakat ataupun masukan bagi pemerintah untuk lebih aware mengenai lingkungan.

“Karena pada dasarnya wartawan sebagai jembatan informasi antara masyarakat dengan pemerintah/stakeholder, maka dengan itu kita harus dapat dengan bijak mengemas informasi yang berguna bagi semua pihak yang terlibat,” ucap Adi Godong.

Acara diisi dengan sharing session antara media dengan narasumber dari PWI mengenai bagaimana cara pemberitaan dan persiapan selama pelaksanaan WWF ke-10 Tahun 2024 di Bali ini.

Baca Juga :  Dikpora FC Denpasar Sukses Gelar Trofeo Ki Hajar Dewantara 2024

“Dalam memberikan informasi khususnya dengan berita, bahwa kita tidak bisa hanya fokus kepada hal yang negatif saja, kita tidak bisa menjastifikasi bahwa semua itu negatif, sebagai wartawan harus menggali informasi agar dapat memberikan solutif bagi pemerintah atas hal yang terjadi,” ucap Arief Wibisono.

Arief juga mengatakan, wartawan/jurnalis juga tidak harus hanya berfokus pada jalannya acara WWF ini, namun dapat juga mengobservasi keadaan sekitar yang setidaknya masih terdapat permasalahan, khususnya mengenai lingkungan. Permasalahan ini meliputi sampah ataupun penampungan air bersih.

Selanjutnya, dilakukan pengambilan video Deklarasi oleh semua undangan media dan PWI sebagai dukungan pelaksanaan WWF ke-10 Tahun 2024 dan pengambilan video testimoni oleh media. Acara tersebut diakhiri dengan makan malam bersama.(dnd/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News