Sungai
Tim SAR saat melakukan proses evakuasi terhadap jenazah Nyoman Santra yang ditemukan meninggal dunia di aliran sungai (Tukad) Tangis Desa Petandakan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Sesosok mayat laki-laki berusia 80 tahun ditemukan disebuah aliran sungai (Tukad) Tangis, Minggu (19/5/2024) sekitar pukul 13.10 WITA. Belakangan jenazah itu diketahui bernama Nyoman Santra yang merupakan warga dari Banjar Dinas Kawan, Desa Petandakan, Kecamatan/Kabupaten yang sejak sehari sebelumnya tidak pulang ke rumah.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma menerangkan bahwa sehari sebelum ditemukan tepatnya Sabtu (18/5/2024) sekitar pukul 16.00 WITA korban tidak pulang ke rumah. Sehingga keluarga dibantu warga melakukan proses pencarian bahkan untuk mempercepat penemuan terhadap korban, keluarga pun sempat menggelar upacara dengan menggunakan gamelan, akan tetapi hingga larut malam korban belum ditemukan.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Buleleng Dorong Digitalisasi Ekonomi Melalui Program Smart City

Alhasil keesokan harinya pada Minggu (19/5/2024), seorang warga bernama Kadek Bagiada,43 menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam aliran Tukad Tangis. Pihak keluarga pun langsung menghubungi Tim SAR untuk melakukan proses evakuasi.

“Korban sehari sebelumnya belum pulang dan pihak keluarga coba melakukan pencarian dan buat upacara agar segera ditemukan. Namun sampai malam sudah larut hasil pencarian tetap nihil. Korban baru ditemukan keesokan harinya di Tukad Tangis tidak jauh dari rumah korban tepatnya di kedalaman 7 meter,” ungka AKP Darma.

Baca Juga :  Kolaborasi dengan OJK Bali, Undiksha Dukung Pembangunan Desa melalui KKN

Dalam proses evakuasi, warga dibantu oleh sekitar 8 orang personel dari Pos SAR Buleleng, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD Buleleng, Bhuana Bali Rescue, Polsek Kota Singaraja. Mereka langsung terjun ke lokasi ditemukan dan melakukan proses evakuasi hingga selesai sekitar pukul 16.20 WITA.

Kini atas kejadian tersebut pihak keluarga melalui anak korban Kadek Budiarta telah menerima dan mengikhlaskan kepergian korban yang diduga karena terjatuh saat mencari buah pepaya diatas tebing sungai. Saat ini jenazah korban telah dikebumikan di kuburan Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng.

Baca Juga :  OJK Bali Jalin Aliansi Strategis dengan Universitas Pendidikan Ganesha untuk Tingkatkan Literasi Keuangan di Perdesaan

“Dugaan korban jatuh saat mencari pepaya diatas tebing, pihak keluarga sudah ikhlas dan tidak dilakukan proses autopsi terhadap jenazah korban,” pungkas Kasi Humas.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News