Unud
Ritsumeikan Asia Pacific University dan Pascasarjana Unud Memulai Langkah Kerja Sama Pendidikan dan Penelitian. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) di Kota Beppu, Oita Prefecture menjadi tempat kunjungan pertama tim Program Pascasarjana (PPS) Universitas Udayana (Unud) ke Jepang pada Selasa (10/10/2023).

Tim kunjungan kerja sama Program Pascasarjana Unud ke Jepang dipimpin langsung oleh Direktur Program Pascasarjana Unud, Prof. Dr. Ir. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng, yang disertai Wakil Direktur Bidang Umum, Keuangan dan Kerja Sama, Dr. I Gusti Ayu Putri Kartika, SH., MH., Koordinator Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Prof. Ir. Ida Ayu Astarini, MSc., PhD., dan Koordinator Unit Pengelola Informasi dan Kerja Ssama (UPIKS) Pascasarjana, Dr. Ir. Ngurah Indra ER, ST., MSc.

Sehari setelah tiba bandara Haneda, Tokyo dan menempuh perjalanan selama delapan jam ke kota Beppu, tim kunjungan kerja sama PPS Unud diterima di kampus Ritsumeikan APU yang berada di wilayah perbukitan di barat kota Beppu dan Teluk Beppu, Oita. Tim disambut dengan hangat dan diterima oleh    Dean of Graduate School of Asia Pacific Studies, Prof. Yoichiro SATO, Associate Prof. Nariman DAHLAN, dari College of Sustainability and Tourism, dan Mr. Kenji NAKAGAWA, Senior Admission Counselor dari International Admissions Office. Pertemuan berlangsung di sebuah ruang rapat yang tertata rapi dan modern dengan nuansa hijau sesuai dengan tema universitas yang berdiri 1 April 2020 tersebut.

Pertemuan dibuka dengan sambutan singkat sekaligus perkenalan dari Prof. Sato yang memberikan gambaran perkembangan universitasnya beserta bidang-bidang yang menjadi unggulan.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Gencarkan Pencegahan Stunting Berkelanjutan, Wawali Arya Wibawa Ajak Seluruh Stakeholder Bangun Sinergitas Hingga Lapisan Terbawah

“Kerja sama dengan universitas di Indonesia di tingkat pascasarjana telah kita miliki dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Brawijaya (UB)”, ujarnya.

“Mahasiswa-mahasiswa pascasarjana dari kedua universitas tersebut merupakan hasil dari seleksi Bappenas dan JICA”, sambungnya.

Prof. Sato juga secara spesifik menanyakan alasan mengapa Universitas Udayana tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Ritsumeikan APU University.

Selanjutnya, Prof. I Wayan Budiasa juga memberikan sambutan, memperkenalkan tim PPS Unud yang datang, serta mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan dari perwakilan Ritsumeikan APU.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Raih Penghargaan dari KPK RI, Sukses Tertibkan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan Terbanyak Tahun 2023

“Terima kasih ada penerimaan dan sambutannya yang luar biasa, dan kami sangat berkeinginan kunjungan ini menjadi awal dari berbagai kerja sama jangka panjang kedepannya,” ujarnya.

Prof. Budiasa juga mengemukakan bahwa sempat hadir pada pertemuan dengan Bappenas dan JICA di Indonesia yang mengungkapkan Ritsumeikan APU sebagai salah satu partner universitas di luar negeri yang dapat digandeng untuk bekerja sama, utamanya di bidang pendidikan, dengan skema pendanaan yang ada. Dr. I Gusti Ayu Putri Kartika juga menyempatkan bertanya mengenai pola-pola kerja sama yang sudah berjalan dengan universitas di Indonesia, yang selanjutnya menjadi bahan diskusi yang cukup panjang. Prof. Ida Ayu Astarini memberikan jawaban atas alasan pemilihan Ritsumeikan APU, Terkait dengan internasionalisasi yang terus digiatkan Unud, program Pascasarjana beserta prodi di bawah naungannya harus memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan universitas terkemuka di luar negeri sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU).

Baca Juga :  Sukseskan Pilkada Tahun 2024, Sekda Alit Wiradana Hadiri Pelantikan PPK se-Kota Denpasar

Bidang unggulan Ritsumeikan APU sangat bersesuaian dengan bidang unggulan yang dimiliki Pascasarjana Unud.

“Untuk itu kami sangat berkepentingan untuk datang langsung ke Ritsumeikan APU,” ungkapnya.

Sebagai kesimpulan, kedua belah pihak setuju bahwa berbagai kolaborasi dapat mulai didiskusikan dengan lebih mendalam.

Baik dari sisi kegiatan yang sifatnya mudah diselenggarakan segera, seperti kuliah tamu dan kuliah bersama, sampai dengan bentuk kerja sama yang memerlukan pembahasan yang lebih mendalam, seperti double-degree ataupun dual-degree untuk mahasiswa pascasarjana. Pada bagian akhir pertemuan, Dr. Ngurah Indra berkesempatan menanyakan kesediaan pihak Ritsumeikan APU untuk datang ke Bali, setelah semua dokumen kerja sama disetujui.

“Mungkin setelah semuanya siap, pimpinan Ritsumeikan APU beserta bapak-bapak sekalian dapat membalas kunjungan kami dan datang ke Bali untuk menandatangani MoU dengan pimpinan Unud serta PKS dengan pimpinan Pascasarjana Unud?,” lontarnya yang disambut dengan anggukan bersemangat penuh senyum dari pihak Ritsumeikan APU pertanda setuju. (unud.ac.id/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News