Pasokan BBM
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Pasokan Energi di Wilayah Bali Selama Nataru. Sumber Foto : Istimewa

BALIPOTALNEWS.COM, DENPASAR – Provinsi Bali masih menjadi target tempat untuk berlibur dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.  Peningkatan jumlah kunjungan wisata di Bali utamanya terjadi saat akhir tahun. Karena itu, PT Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading yaitu Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mulai melakukan sejumlah persiapan untuk menjamin pasokan BBM, LPG serta avtur di wilayah tersebut.

Di wilayah ini Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan Satgas yang bertugas sejak 15 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deny Djukardi mengatakan, pihaknya memprediksi terjadi peningkatan konsumsi BBM Gasoline sebesar 4% dan penurunan Gasoil sebesar 0,2% di Bali selama masa perayaan Natal dan libur tahun Baru 2023.

Untuk BBM jenis gasoline, Pertamina mempersiapkan penambahan pasokan sebesar 2.642 KL atau mengalami kenaikan sebesar 4% dari rata-rata konsumsi harian sebesar 1041 KL, sedangkan untuk gasoil diperkirakan akan mengalami penurunan konsumsi sebesar 0,2% dengan pasokan sekitar 655 KL dari rata-rata konsumsi harian sebesar 649 KL.

Baca Juga :  Pertamina 'Isi Ulang' Ikhtiar Bersama Gus Miftah  

Untuk menjamin kebutuhan masyarakat dan wisatawan selama Nataru, Pertamina Patra Niaga terus memonitor stok yang ada di depot maupun di 207 SPBU di wilayah Bali.

Deny mengatakan pihaknya menjamin pasokan dan distribusi BBM maupun LPG selama perayaan hari raya Natal maupun Tahun Baru di wilayah Bali berjalan lancar.

“Pertamina juga memastikan stok BBM dan LPG di wilayah Jatimbalinus dalam kondisi aman dan seluruh infrastruktur telah disiagakan yang meliputi 19 Terminal BBM, 8 Terminal LPG, lebih dari 1.386 SPBU, 160 SPBE (PSO & NPSO), 1.030 Agen LPG (PSO & NPSO), dan 13 DPPU dengan melakukan build up Stock di masing-masing Lembaga Penyalur serta memastikan pelayanan dalam kondisi prima,” ujar Deny.

Secara keseluruhan proyeksi stok di Jatimbalinus diperkirakan terjadi peningkatan konsumsi BBM Gasoline sebesar 3% sebesar 18.279 KL dari rata-rata konsumsi normal harian sebesar  17.780 KL dan penurunan Gasoil sebesar 1% sebesar 8.567 KL dari rata-rata konsumsi normal harian sebesar  8.650 KL. Sedangkan untuk LPG diperkirakan akan terjadi peningkatan konsumsi sebesar 2,5% atau sebesar 4.648 MT dari rata-rata konsumsi harian sebesar 4.536 MT.

Untuk penjualan Avtur di 13 Bandara wilayah Jatimbalinus, pada periode Satgas Nataru 2022 ini juga diprediksi akan mengalami peningkatan sekitar 10,1% dari sales normal yakni sebanyak 2.200 KL per hari atau naik 152% dari Satgas Nataru 2021.

Baca Juga :  Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat, Harga Pertalite Tetap dan Harga Pertamax Disesuaikan Jauh di Bawah Harga Keekonomian

Guna memastikan layanan ke masyarakat tetap optimal, Pertamina mengoperasikan Integrated Enterprise Data & Center Command Center (IEDCC). CCTV di SPBU telah dikoneksikan ke Command Center sehingga stok kritis serta kondisi antrian di SPBU dapat termonitor dan dapat menjadi gambaran kondisi wilayah di Jatimbalinus.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini