Tahun Baru 2023
Suasana Pargelaran Mahakarya Budaya Melepas Matahari di Kawasan Catur Muka, Kota Denpasar, Sabtu (31/12/2022). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tidak terasa, Tahun 2022 sudah memasuki penghujung. Pemkot Denpasar menggelar Maha Karya Gelar Budaya bertajuk ‘Mabesikan’ untuk melepas Matahari Tahun 2022 bertepatan dengan malam pergantian tahun, di Kawasan Patung Catur Muka Denpasar, Sabtu (31/12/2022).

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana turut Melepas Matahari 2022 yang ditandai dengan Melepas Burung Merpati.

Tampak hadir pula Jajaran FKUB Kota Denpasar, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana, Pimpinan OPD serta undangan lainya. Selain itu, tampak ribuan warga kota yang antusias menyaksikan Maha Karya Budaya yang dipusatkan pada titik nol kilometer Kota Denpasar.

Sajian Mahakarya Budaya diawali dengan penampilan Kendang Rampak yang dibawakan Sanggar Kerta Jaya Banjar Menesa Puseh Pedungan, dilanjutkan dengan Gandrung Banyuwangi yang dibawakan oleh Ikawangi. Selanjutnya, turut ditampilkan garapan inagurasi ‘Manunggaling Catur Gunaning Rasa Suda Sidi Sida Karya Paripurnaning Jagat’ yang merupakan buah kolaborasi Naluri Manca, SMKN 5 Denpasar, SMAN 3 Denpasar dan SMAN 9 Denpasar. Tampak seluruh seniman dengan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian pementasan.

Baca Juga :  Masuk Agenda Denfest, Svarga News Bali Virtual Run 2020 Siap Digelar

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutanya mengatakan, Tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan akibat Pandemi Covid-19. Namun demikian, meski perlahan berbagai sektor tampak mulai mengalami pemulihan. Semuanya harus terus dikawal agar semua dapat pulih dan bangkit lebih cepat.

Lebih lanjut dijelaskan, Pandemi memberikan kita pembelajaran berharga. Hal ini utamanya berkenaan dengan semangat gotong royong dan kesetiakawanan sosial antara pemerintah dan pemangku kepentingan dalam penanganannya.

“Hal tersebut tentu selaras dengan tema kegiatan Melepas Matahari yaitu Mabesikan yang mengandung makna menghormati keragaman budaya dalam persatuan persaudaraan Denpasar menyongsong tahun 2023,” ujarnya.

Arya Wibawa menekankan, di Tahun 2023 mendatang, seluruh jajaran pemerintah termasuk masyarakat harus bekerja lebih optimal. Hal ini mengingat tantangan kedepan semakin kompleks, utamanya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Tahun 2022 segera berlalu, mari kita jadikan evaluasi, dan mari kita sambut Tahun 2023 dengan penuh harapan dan rasa optimisme untuk terus bekerja mewujudkan Denpasar Maju,” ujar Arya Wibawa sembari mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2023 serta Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, tema yang diangkat dalam acara Melepas Matahari ini yakni ‘Mabesikan’ dengan garapan inagurasi “Manunggaling Catur Gunaning Rasa Suda Sidi Sida Karya Paripurnaning Jagat. Dimana, hal tersebut menitikberatkan upaya menghormati keragaman budaya dalam persatuan dan persaudaraan Denpasar menyongsong Tahun 2023.

Baca Juga :  Siswa Terbanyak, SMAN 7 Denpasar Terapkan Strategi Belajar 

“Kegiatan ini melibatkan sanggar-sanggar yang ada di Kota Denpasar. Pada kesempatan ini akan ditampilkan kesenian tradisi,” ujarnya.

Dikatakannya, acara melepas matahari di Kota Denpasar dikemas dengan penampilan maha karya budaya kolosal di kawasan Catur Muka. Setelah itu akan dilanjutkan dengan hiburan di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan Badung). Untuk diketahui, melepas matahari ini digelar kembali setelah terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19.

”Tentunya harapan kami dengan pelaksanaan kegiatan melepas matahari ini dapat menjadi salah satu alternatif rekreasi masyarakat Kota Denpasar saat malam pergantian tahun,” ujarnya.

“Kami berharap mampu memberikan wahana sekaligus ruang kolaborasi bagi seniman Kota Denpasar, pesannya tentu kita sudah tangkap bersama, yaitu untuk menghormati keragaman budaya dalam persatuan dan persaudaraan Denpasar menyongsong Tahun 2023,” imbuhnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini