Kementerian PPN
penandatanganan MoU PT Dirgantara Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. sumber foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Kementerian PPN/Bappenas menggelar acara puncak Indonesia Development Forum (IDF) 2022 yang mengangkat Tema “The 2045 Development Agenda: New Industrialization Paradigm for Indonesia’s Economic Transformation” dan diselenggarakan pada Senin-Selasa, 21-22 November 2022 di Mövenpick Resort Jimbaran, Jl Wanagiri No. 1, Badung, Bali.

Acara dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Wakil Ketua 1 Menteri BUMN, Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2016-2019 Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Dirgantara (Persero), dan pihak terkait lainnya.

Keynote Speech Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, dibandingkan Cina, sebenarnya Indonesia sudah menjadi negara middle income, seingat saya pada tahun ‘82-83, kita sudah beralih dari lower, kemudian kita masuk lagi ke lower income ketika terjadi peristiwa tahun ‘97-98. Kemudian, kita kembali lagi masuk ke middle income kira-kira pada 2002 hingga 2019. Lalu, kita masuk di upper middle income. Menarik memang mengategorikan negara di dunia dengan klasifikasi ini.

Mulai dari lower income, kemudian middle income, kemudian high income. Tapi, yang menarik adalah yang middle income itu sering kali terjebak untuk naik kelas, untuk bisa graduasi ke tingkat yang lebih tinggi. Banyak ranjaunya, banyak hal yang mesti dipenuhi.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Hadiri Penutupan Fast Putra Mengwi Cup III 2022

Kita masih ingat pada tahun ’80-an dan ’90-an, miracle dari Asia Timur, termasuk ASEAN, termasuk Indonesia, menjadi champion pada waktu itu. Orang kemudian melihat perkembangan luar biasa, ada Korea Selatan menyusul Jepang, dan kemudian Hongkong, lalu Singapura, kemudian Indonesia. Tetapi, kita cukup lama di posisi middle income.

“Secara rule of thumb, berdasarkan studi, itu mestinya maksimal 14-28 tahun, tapi kita 29 tahun, kita masih di middle income, maka disebut middle income trap. Belajar dari negara tetangga kita, mereka umumnya lebih cepat 18-20 tahun, kita lihat Chili, bahkan 14 tahun,”papar Suharso.

Tantangan ke depan, kita ingin kebutuhan gaya hidup, kebutuhan yang sehat, terutama dalam hal makanan minuman. Indonesia termasuk negara yang sangat tidak hemat dalam hal makanan, 30 persen makanan di Indonesia tidak selesai di piring dan menjadi sampah. Ini luar biasa, maka sekarang orang bergerak ke jenis-jenis makanan yang lebih sehat dan selesai di-digest dengan baik.

Sementara itu Taufik Hanafi selaku Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak sepanjang rangkaian IDF 2022. Dia mengungkapkna IDF telah dilaksanakan sejak 2017, pertama kali diawali atas inisiatif Bambang Brodjonegoro selaku Menteri PPN/Kepala Bappenas.

“IDF dirancang sebagai ajang tahun untuk berdiskusi membahas isu-isu strategis dalam pembangunan nasional,” kata Taufik Hanafi dalam pembukaan acara puncak IDF 2022, Senin (21/11/2022) di Mövenpick Resort Jimbaran.

Mengenai tema IDF 2022, Taufik Hanafi mengungkapan tema ini diambil karena Kementerian PPN/Bappenas sedang susun agenda transformasi ekonomi Indonesia, menuju negara maju, melepaskan ketergantungan dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi yang lebih produktif yang sejalan dengan trend ekonomi pasca pandemi.

“IDF 2022 juga diharapkan berkontribusi pada peningkatan prevelensi ketahanan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Baca Juga :  Seniasih Giri Prasta Hadiri Wimbakara Desain dan Peragaan Busana PKB Tahun 2022

Indonesia Development Forum (IDF) merupakan sebuah wahana bagi berbagai pelaku pembangunan di Indonesia untuk berkumpul dan bertukar gagasan serta pemikiran. Sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2017, IDF telah menjadi sebuah forum utama untuk mendiskusikan solusi atas isu-isu pembangunan di Indonesia seperti kemiskinan, ketimpangan pendapatan, dan kesempatan kerja. Melalui berbagai sesi interaktif, forum ini mendorong pemikiran dan pendekatan baru dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan utama Indonesia.

Hari pertama puncak acara IDF 2022 juga diisi dengan Knowledge Session Kuliah Umum dengan topoik “The Importance of Structural Transformation in the Manufacturing Sector to Support Post-pandemic Economic Recovery and Sustained Growth” yang disampaikan Ricardo Haussman dan ditanggapi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2016-2019 Bambang Brodjonegoro.

Dalam acara ini dilakukan pula penandatanganan MoU PT Dirgantara Indonesia dan Institut Teknologi Bandung serta penampilan video dan peluncuran Rencana Induk Pengembangan Industri Digital Indonesia 2023-2045 dan Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan 2022-2045. (ads/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini