trisno nugroho
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Sesuai amanat pasal 14 UU No.23 Tahun 1999, yang telah diubah terakhir dengan Undang-undang No. 6 Tahun 2009, Bank Indonesia dalam menjalankan mandatnya, dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran, memerlukan data/informasi ekonomi dan keuangan terkini secara tepat waktu dan akurat.

Penetapan kebijakan moneter perlu mengakomodir dinamika perkembangan ekonomi kedepan bukan hanya kondisi saat ini. Dengan demikian, kebijakan tersebut dapat bersifat “forward looking” sehingga dapat lebih efektif dalam mencapai mandat Bank Indonesia.

“Oleh karena itu, peran data dan informasi yang bapak/ibu sampaikan kepada kami begitu penting dan berharga. Data dan Informasi yang kami dapatkan dari penyelenggaran survei, menjadi salah satu kunci bagi Bank Indonesia dalam menetapkan kebijakan moneter,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho, dalam sambutannya sekaligus mebuka acara pada acara Temu Responden 2022, di The Stones Hotel, Kuta, Badung, Jumat (28/10/2022).

Dihadapan undangan diantaranya Anggota DPR RI Komisi XI I Gusti Agung Rai Wirajaya, Wagub Bali Prof. Cok Ace dan Dubes Keliling Indonesia Untuk Pasifik, Tantowi Yahya, dan Kepala BPS Provinsi Bali Hanif Yahya, Trisno memaparkan kondisi riil perekonomian global, nasional dan juga kondisi perekonomian Bali pasca pandemi Covid-19.

Baca Juga :  April, Inflasi di Bali Melandai

Menurut Trisno, data dan informasi yang didapat dari survey tersebut dimanfaatkan KpwBI Bali untuk mentracking kondisi perekonomian terkini serta penyusunan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah baik dalam hal pengembangan ekonomi, pengendalian harga, maupun efektivitas sistem pembayaran di daerah.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada bapak/ibu sekalian yang telah berkenan sebagai responden survei Bank Indonesia yang telah memberikan data dan informasi secara akurat sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia,” kata Trisno seraya mengharapkan kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin kedepannya.

Baca Juga :  Menjaga Stabilitas dan Memperkuat Pemulihan Perekonomian Bali

Dengan penyampaian kondisi perekonomian terkini serta kebijakan Bank Indonesia tersebut, KpwBI Bali ingin menekankan peran data dan informasi yang disampaikan responden sangat penting dan berharga.

Sebagai informasi, sampai dengan tahun 2022, tidak kurang terdapat 18 survei yang telah dilaksanakan KpwBI Bali di seluruh Bali dengan total jumlah responden mencapai lebih dari 800 responden.

Trisno mengatakan, Temu Responden Tahun 2022 mengambil tema “Accelerating Digital Economy for Bali’s Inclusive and Sustainable Growth”. Tema tersebut diambil dengan harapan agar narasumber dapat memberikan pembekalan kepada responden mengenai percepatan ekonomi digital untuk pertumbuhan Provinsi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. Tema ini juga selaras dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Baca Juga :  Program Strategis Bank Indonesia Sasar UMKM Binaan di Kabupaten Karangasem

Sementara Wagub Prof. Cok Ace dalam sambutannya mengungkapkan, pandemi Covid-19 semakin menguatkan pentingnya digitalisasi. Saat pandemi terjadi, sektor perekonomian bergerak dengna digital dan tidak hanya memberi manfaat bagi sektor penjualan tetapi juga pada semua transaksi sehingga manfaatnya sangat luas.

“Saya mengajak semua kalangan untuk mendukung penggunaan cashless dalam bertransaksi baik menggunakan aplikasi QRIS maupun aplikasi BaliPay serta memanfaatkan digital dalam pemasaran produk,” ujar Prof. Cok Ace yang juga Guru Besar ISI Denpasar. (ads/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini