fib unud
Dosen UHN I Gusti Bagus Sugriwa Raih Gelar Doktor Kajian Budaya di FIB Unud. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Program Studi Doktor Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana menyelenggarakan Promosi Doktor dengan promovenda Ni Gusti Ayu Agung Nerawati pada Jumat (14/10/2022) secara hybrid di ruang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, FIB Unud.

Promovenda adalah dosen Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar. Ujian terbuka dipimpin oleh Dekan FIB Unud, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. serta didampingi oleh Promotor, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., serta Kopromotor I, Prof. Dr. A.A.N. Anom Kumbara, M.A., dan Kopromotor II, Dr. I Nyoman Sukiada, M.Hum.

Dalam ujian terbuka, Ni Gusti Ayu Agung Nerawati berhasil mempertahankan disertasi dengan judul ‘Kontestasi Keberagamaan Masyarakat Plural Di Perumahan Bumi Dalung Permai Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung Bali’. Setelah melalui tahapan ujian terbuka, Ni Gusti Ayu Agung Nerawati dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan merupakan Doktor ke-180 di FIB Unud dan Doktor ke-266 di Program Studi Doktor Kajian Budaya.

Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., Prof. Dr. A.A.N. Anom Kumbara, M.A., Dr. I Nyoman Sukiada, M.Hum., Dr. Ni Made Wiasti, M.Hum., Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. Dr. Ida Bagus Gde Pujaastawa, M.A. Dr. Drs. I Nyoman Wardi, M.Si., dan Dr. I Gede Mudana, M.Si.

Baca Juga :  Bakti Sosial Mahasiswa KKN PPM Unud di Desa Dangin Puri Kaja

Dalam disertasinya, Ni Gusti Ayu Agung Nerawati menjelaskan bahwa penguatan identitas keagamaan dalam tatanan kehidupan masyarakat tetap mempertahankan identitas aslinya.

“Penguatan ini terlihat dalam beberapa faktor kontestasi mulai dari faktor asal-usul kedaerahan serta tradisi budaya asli penghuni, faktor ideologi dan politik yang dianut, faktor sosial-ekonomi, dan faktor globalisasi,” paparnya,

Bentuk kontestasi tampak pada siar agama, aktivitas keagamaan, sarana ibadah, dan organisasi keagamaan. Terkait implikasinya, terjadi penguatan kontestasi yang terdiri atas dinamika infrastruktur, struktur, dan suprastruktur. Infrastruktur dipengaruhi oleh bidang demografi, bidang teknologi, dan bidang ekonomi, struktur oleh bidang pendidikan dan politik, dan suprastruktur oleh ideologi multikultural, agama, kesusastraan, dan kesenian.

Dalam disertasinya, Ni Gusti Ayu Agung Nerawati menemukan bahwa ideologi kesukuan masing-masing kelompok masyarakat di Perumahan Bumi Dalung Permai masih kuat mempengaruhi situasi masyarakat plural.

“Hal tersebut menyebabkan arah masyarakat plural di perumahan ini masih membutuhkan waktu, tenaga, kesempatan para penghuninya, serta kesungguhan pucuk pimpinan kelompok masing-masing, menuju masyarakat multikultural sebagaimana yang diidealkan masyarakat Indonesia selama ini,” imbuhnya.

Prof. Dr. I Nyoman Suarka selaku promotor menyampaikan bahwa hasil penelitian dari promovenda bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama umat beragama mengenai arti penting dari kontestasi keberagamaan yang multikultural.

Baca Juga :  FIB Unud jadi Tuan Rumah Pertemuan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Perguruan Tinggi se-Indonesia

“Selain itu, perlu rasa saling memahami serta membantu satu sama lain serta menyadari bahwa kemajemukan itu diperlukan untuk memberi warna dalam proses kehidupan sebagai wujud nyata dalam kebhinekaan,”pungkas Prof Suarka.

Di akhir penyampaiannya, Prof. Dr. I Nyoman Suarka selaku promotor juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. A.A.N. Anom Kumbara, M.A., dan Dr. I Nyoman Sukiada, M.Hum., selaku kopromotor, para dosen penguji, serta seluruh dosen pengajar yang telah membimbing promovenda selama menempuh pendidikan di Program Studi Doktor Kajian Budaya sehingga meraih gelar akademik tertinggi. (unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini