Stunting
Hadiri Rembug Stunting 2022, Bupati Suwirta Tekankan Data, Lokus, Penganggaran, dan Inovasi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KLUNGKUNG – Intervensi pencegahan dan penurunan stunting membutuhkan kerja sama lintas program dan lintas sektor mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan pengendalian, oleh karena itu kegiatan rapat stunting seperti ini diusahakan progress atau capaiannya berkelanjutan, dan sampaikan secara paralel langkah-langkah preventif yang sudah dilakukan. Hal tersebut disampaikan Bupati Suwirta saat menghadiri acara Rembug Stunting Tahun 2022 di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Jumat (29/7/2022).

Dalam arahannya Bupati Suwirta menyampaikan bahwa dalam penanganan stunting ini penting menentukan tindaklanjut terhadap data yang dimiliki, Bupati Suwirta meminta Dinas Kesehatan untuk mensinkronkan data stunting yang diberikan oleh pusat dengan data yang didata oleh Kabupaten.

Baca Juga :  Luh Gede Siwi Satrianingrum dan Gede Purna Wijaya Terpilih Jegeg Bagus Klungkung Tahun 2022 

Bupati Suwirta juga menekankan penganggaran dan kesiapan tim dalam penanganan lokus di 15 desa agar tim dapat melakukan intervensi untuk penanganan stunting ini.

“Terkait dengan langkah-langkah preventif, kita bisa dengan kembangkan gerakan inovasi yang kita miliki, salah satunya inovasi Kasi Nikah (Kami Siap Menikah) di mana calon pengantin sebelum menikah harus melakukan pengecekan kesehatan dan kecukupan gizi, agar nantinya dapat menjadi calon orang tua yang sehat sebagai intervensi hulu mencegah lahirnya bayi stunting. Kita cek kesiapan kesehatan calon pengantin dan berikan pendampingan apabila calon pengantin dinilai kurang sehat,” ucap Bupati Suwirta

Baca Juga :  Lahirkan Generasi Sehat, Kuat, Cerdas dan Bebas Stunting Melalui Pola Asuh yang Tepat

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa PPKB Kabupaten Klungkung, I Wayan Suteja yang juga selaku sekertaris Tim Percepatan Penurunan Stunting melaporkan bahwa Rembug Stunting ini dilaksanakan untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat.

“Melalui Rembug stunting ini akan disampaikan hasil Analisis Situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi,” ucap Kadis Suteja.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Ayu Suwirta, dan Dandim 1610/Klungkung, Letkol Inf Suhendar Suryaningrat, serta undangan terkait lainnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini