
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) kini tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan balita dan pelayanan kesehatan ibu serta anak. Seiring transformasi yang dilakukan pemerintah, Posyandu berkembang menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Transformasi tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Bina Posyandu 6 Bidang SPM Angkatan ke-8 Tahun 2026 yang diikuti Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Karangasem di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Selama tiga hari pelatihan, para peserta mendapatkan penguatan kapasitas agar mampu mengimplementasikan layanan Posyandu yang lebih terpadu dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, mengatakan transformasi Posyandu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, Posyandu kini memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan SDM melalui enam bidang pelayanan, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial.
“Posyandu sekarang tidak lagi hanya berbicara tentang penimbangan balita dan kesehatan ibu serta anak. Posyandu telah bertransformasi menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal,” ujarnya.
Mas Parwata menegaskan, ilmu yang diperoleh selama pembinaan harus diteruskan kepada seluruh kader Posyandu di Kabupaten Karangasem agar kualitas pelayanan semakin meningkat hingga ke tingkat desa dan banjar.
“Setelah mendapatkan pembekalan ini, tugas kita selanjutnya adalah meneruskan pengetahuan dan pengalaman kepada seluruh kader Posyandu di Karangasem. Kita ingin pembinaan dilakukan secara berjenjang hingga ke desa dan banjar sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia memastikan TP Posyandu Kabupaten Karangasem siap menjadi motor penggerak dalam memperkuat kapasitas kader Posyandu di seluruh wilayah Karangasem.
“Kami siap bergerak bersama dan menjadi narasumber pembinaan bagi kader-kader Posyandu. Posyandu harus menjadi kekuatan bersama untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Karangasem,” tegasnya.
Selain memperkuat kapasitas peserta, pembinaan tersebut juga menghasilkan capaian akademis yang membanggakan. Pada evaluasi akhir kegiatan, sebanyak 19 peserta berhasil meraih nilai sempurna 100, meningkat tajam dibandingkan evaluasi hari pertama yang hanya mencatat lima peserta memperoleh nilai maksimal.
Peningkatan hasil tersebut menjadi indikator bertambahnya kompetensi dan semangat belajar kader Posyandu Karangasem dalam mendukung transformasi layanan Posyandu yang lebih berkualitas, terpadu, dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(st/bpn)












