Astawa
Kadis Pariwisata Bali, I Putu Astawa. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus melakukan langkah-langkah strategis menjelang rencana uji coba pembukaan sektor Pariwisata pada Oktober 2021 mendatang.

Selain memaksimalkan penerepan CHSE bagi para pelaku industri Pariwisata di Bali serta memastikan semuanya berjalan sesuai dengan protokol yang di isyaratkan Pemerintah Pusat, Pemprov Bali diinfokan juga akan kembali menggelar Event-Event tahunan apabila dalam tahap uji coba pembukaan sektor Pariwisata berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwasata Provinsi Bali, I Putu Astawa, saat ditemui oleh Jurnalis Baliportalnews.com di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Renon, Kota Denpasar, pada Senin (27/9/2021) pagi.

Baca Juga :  Atasi Masalah Air di Desa Kamasan, Bupati Suwirta Urai Permasalahan bersama Dirut PDAM

Dalam keterangannya, Kadis Putu Astawa menjelaskan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan langkah-langkah persiapan pembukaan kembali sektor Pariwisata, seiring menunggu rampungnya program vaksinasi massal tahap ke-2 yang telah memasuki 75% pencapaiannya.

Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah melakukan finalisasi program CHSE terhadap 1.200 pelaku industri Pariwisata di Bali, yang diharapkan akan segera rampung sebagai salah satu syarat kesiapan pembukaan sektor Pariwisata yang diminta oleh sejumlah Negara, untuk meyakinkan bahwa Bali memang telah menerapkan standar protokol kesehatan ditingkat internasional.

“Jadi persiapannya jelang Trial Oktober mendatang, pertama adalah finalisasi program CHSE. Karena kan turis-turis asing ini kan selalu menanyakan tentang standar-standar protokol kesehatan di Bali, dan ini memang sudah kita lakukan dan terus kita lanjutkan di 2021 ini ada 1.200 pelaku lagi yang kita sasar untuk segera dapat di finalisasi,” ungkap Putu Astawa.

Baca Juga :  Pakai Motor Honda, Driver Ojek Online Dapat Servis Murah

Selanjutnya, Pemprov Bali juga menerapkan kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, di tiap-tiap DTW yang ada di Bali sebagai langkah pendukung untuk memastikan bahwa wisatawan yang datang ke Bali benar-benar sudah aman dari penyebaran Covid-19. Ke depannya, Pemprov Bali juga akan kembali menggelar Event-Event tahunan, yang telah lama mati suri akibat pandemi, untuk kembali dihidupkan sebagai ajang promosi ke negara-negara lain dalam mendukung pemulihan ekonomi Pariwisata di Provinsi Bali.

“Pemprov Bali akan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Pintu-pintu masuk ke Bali kita akan jaga ketat, termasuk di pelabuhan-pelabuhan agar tidak ada lagi Virus Carrier yang bisa masuk ke Bali. Nantinya juga, kalau sudah memang dijinkan yang namanya Event-Event tahuan ini akan kembali digelar di Bali, sehingga kita benar-benar bisa bangkit kembali pasca hantaman badai Covid-19 ini,” jelas Astawa.

Baca Juga :  Puncak IDC AMSI 2021: Peluang Ekonomi Digital Indonesia Masih terbuka Lebar

Dalam mendukung hal tersebut, peran masyarakat Bali juga tidak kalah penting untuk mendukung kembali kebangkitan sektor Pariwisata, dengan selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga kepercayaan terhadap Bali bisa kembali dibangung kepada masyarakat internasional. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here