Hutan Desa
Wabup Dorong  Komoditi Buah Manggis di Jembrana. Sumber Foto : istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Kabupaten Jembrana dinilai memiliki potensi  mengembangkan komoditi buah manggis. Terlebih dengan diberikannya kewenangan kepada desa untuk mengelola kawasan hutan secara terbatas melalui kelompok serta LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna usai membuka temu usaha manggis bertempat di Kelurahan Banjar Tengah, Rabu (22/9/2021). Acara temu usaha difasilitasi PT Radja Manggis Sejati, yang bergerak dalam perkebunaan dan ekspor  komoditi buah manggis.Turut  dihadiri Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Bali Barat, Agus Sugiyanto.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna mendorong kelompok tani hutan di Jembrana memaksimalkan lahan yang diolah sebagai areal baru pengembangan manggis. Menurutnya dengan banyaknya maanfat yang bisa dihasilkan, kedepan komoditi manggis akan sangat menjanjikan. Yerlebih lagi pasar ekspor audah terbuka untuk manggis hasil perkebunan di Jembrana.

Baca Juga :  Tahun ini, 40 SD dan SMP di Jembrana Direhab Melalui DAK

“Saat ini kita baru memiliki tegakan pohon manggis kurang lebih 8000an pohon. Sementara jumlah pohonnyang telah menghasilakan berkisar 5000 pohon, dengan produksi rata rata 50 kg pohon. Sangat menjanjikan dengan banyaknya manfaat buah manggis. Produksi ini masih bisa digenjot dengan memanfaatkan lahan tadi,” kata Patriana.

Ia sempat menyoroti permasalahan utama tanaman manggis yang umumnya dibudidayakan secara tumpang sari dengan tanaman lainnya di Jembrana.

Diantaranya sektor pemasaran yang baik dari hulu ke hilir. Karena itu berharap, kedepan komoditas buah manggis ini bisa digarap berbasi korporasi dari hulu ke hilir termasuk juga melibatkan petani, lembaga adat dan dunia agribisnis.

“Khusus pengembangan manggis dilahan hutan desa agar benar benar dikelola areal hutan diberikan. Namun tetap perhatikan petunjuk dari KPH Bali Barat. Selain itu untuk pemasaean saya minta tidak berhenti pada budidaya tapi kedepan mampu menjadi destinasi wisata agro sehingha ada nilaintambah,” paparnya.

Baca Juga :  Wabup Ipat Ingatkan Anak Muda Jangan Lupakan Sejarah

Sementara  Direktur Utama PT Radja Manggis sejati Jero Tusan, menerangkan bahwa temu usaha ini merupakan kegiatan lanjutan dari sebelumnya. Sebelumnya telah mengadakan kegiatan pertemuan yang sama namun dengan kelompok petani buah, sekirannya terdapat  50 kelompok petani yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Jembrana sendiri.

“Tidak sampai disitu saja, Kita juga telah melaksanakan pendidikan/pelatihan sortasi kepada 100 pemuda yang berasar dari Jembrana. Ini sebagai bentuk perberdayaan pemuda-pemuda di Jembrana apalagi ditengah Pandemi Covid-19 ini agar tidak mendatangkan pekerja dari luar dan juga sebagai momentum kita dalam memperkenalkan dunia pertanian sehingga mereka nantinya mencintai dunia pertanian ini,” terangnya.

Lebih lanjut Jero Putu Tusan juga menyampaikan  potensi yang hutan di Jembrana sangatlah luar biasa termasuk didalamnya hasil dari hutannya itu sendiri. Tentu dengan perencaanan dan sinergitas yang baik, rencananya bulan 11 tahun ini akan diadakan launching ekspor dari Jembrana yang bertajuk launching manggis dari hutan Jembrana agar dunia tahu bahwa Jembrana konsen di bidang kehutanan, maka dari itu saat ini hutan harus betul-betul dijaga dan dipelihara dengan baik. Selain manggis juga terdapat komoditas ekspor lainnya seperti buah alpukat yang nantinya dikembangkan di hutan Jembrana.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Jembrana Ikuti Diklat Kepemimpinan  Kemendagri 

“Untuk pasar ekspor, kita sudah kontrak dengan perusahaan di Korea dan Cina. Namun begitu hasil di Jembrana sendiri belum cukup untuk memenuhi pasar ekspor tersebut,  maka dari itu kita juga ambil dari Tabanan, Lombok dan Banyuwangi. Kita sangat optimis 5 tahun kedepan Jembrana mampu untuk memenuhi kebutuhan ekspor tersebut,” pungkasnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here