UMKM
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali, Donny Heatubun. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam upaya untuk mendukung bangkitnya kembali sektor Perekonomian pasca hantaman krisis Pandemi Covid-19, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali terus melakukan langkah-langkah strategis, dengan menekankan upaya kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bali untuk bisa memaksimalkan potensi digitalisasi, dalam mendapatkan akses kemudahan pembiayaan hingga potensi ekspor dengan berbagai perubahan yang terus berkembang dalam optimisme untuk membangkitkan kembali Perekonomian di Provinsi Bali.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Deputi Direktur Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali, Donny Heatubun, dalam kegiatan Capacity Building Media yang digelar di Patiloka Sanur, Denpasar, pada Selasa (29/9/2021) pagi.

Baca Juga :  Lab PCR Buleleng Segera Rampung, Capai 45 Tes Sehari

Dalam kesempatannya tersebut, mewakili Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho dirinya mengatakan, pemanfaatan platform digitalisasi bagi UMKM di Bali dinilai akan membuat usaha lebih berkembang, sehingga perbankan juga akan lebih mudah dalam melakukan penilaian. Melalui tranformasi digital, lembaga keuangan atau perbankan dengan mudah akan memiliki jejak rekam digital dari UMKM, yang pada akhirnya hal ini akan memberi kemudahan dalam penilaian prospek kredit sebagai akses utama pembiayaan sektor UMKM.

“Kedepannya dimana masa Pandemi ini, gimana kita sama-sama mencoba untuk mengekskalasi kemampuan temen-temen di UMKM ini, yang sebelum masa-masa krisis dinilai cukup tangguh bahkan di masa krisis pun UMKM masih menjadi andalan kita semua. Kami juga tentunya akan terus melakukan penekanan dalam meningkatkan kapasitas UMKM melalui digitalisasi untuk membangkitkan optimisme Perekonomian di Bali,” ungkap Donny.

Selanjutnya, Donny juga menjelaskan tentang UMKM secara nasional yang saat ini berjumlah 64 juta, sangat berperan untuk menumbuhkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja. Maka dari itu, BI saat ini juga tengah mengeluarkan kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat komodatif, yang mendukung kebijakan dalam penerapan system pembayaran dan kuangan digital untuk mendorong kebangkitan ekonomi nasional.

Pengembangan UMKM ini nantinya juga akan diarahkan, agar para pelaku UMKM bisa meningkatkan kapasitas kelasnya dengan penerapan strategi koorporatisasi, kelembagaan, serta fasilitasi pembiayaan dengan konsep e-producing, e-payment, dan e-commerce, yang optimis bahwa hal ini akan mampu membangkitkan kembali Perekonomian khusunya Bali pasca hantaman krisis Pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Mobile Laboratorium Biosafety Level 2, Jadi Metode Baru dalam Penguatan 3T Covid–19 di Bali

“Jadi optimisme ini semakin berlanjut dengan strategi yang telah dirancang, untuk menangkap peluang yang ada melalui digitalisasi bagi UMKM dalam mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional,” jelasnya.

Diharapkan, seluruh upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia, bersama dengan Kementerian-kementerian terkait dapat mendukung pencapaian target 12 juta merchant QRIS pada 2021, 30 juta UMKM digital pada 2023, dan Rp16 triliun penyaluran kredit UMKM di tahun 2024 mendatang. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini