APBD
Gubernur Koster Harapkan Bali Miliki Basis Pendapatan Daerah Memadai Guna Mendukung Sumber PAD. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster memberi apresiasi terhadap rancangan peraturan daerah nomor 6 tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu, yang mengatur ruang lingkup pengaturan Raperda tentang retribusi perizinan tertentu, retribusi ijin proyek, retribusi ijin usaha perikanan, dana kompensasi penggunaan tenaga asing, insentif pemungutan, peninjauan retribusi, ketentuan pendidikan dan ketentuan pidana.

Sehingga ke depan Bali menjadi sumber pendapatan daerah asli daerah, sekaligus memiliki basis pendapatan daerah yang lebih memadai dalam rangka mendukung sumber pendapatan asli daerah sebagai upaya bersama dalam mendanai pembangunan di Bali dalam mewujudkan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’.

Baca Juga :  Ketua GOW Kota Denpasar Tutup Posyandu Paripurna Tahun 2024 di Banjar Semawang, Terus Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Hal ini disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat membacakan Penjelasan Kepala Daerah terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali TA. 2021, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/9/2021).

Gambaran umum rancangan perubahan APBD tahun 2021, menyebutkan bahwa pendapatan daerah dalam APBD 2021 sebesar Rp6,035 triliun berkurang menjadi Rp5,9 triliun.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menambahkan bahwa belanja daerah APBD tahun anggaran 2021 yang semula sebesar Rp8,5 triliun menjadi Rp8,2 triliun. Sementara defisit APBD sebesar Rp2,5 triliun menjadi Rp2,2 triliun.

Lebih lanjut mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa Raperda terkait perubahan APBD memedomani Perda Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2021.

Baca Juga :  Dari Peringatan HLUN Tahun 2024, Wali Kota Jaya Negara Beri Ruang Lansia dan Motivasi Semangat Hidup Sehat

“APBD induk 2021 mengalami perubahan proyeksi karena adanya kebijakan pemerintah pusat agar daerah fokus kepada penanganan kasus Covid-19,” pungkasnya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News