bpn-Desa Padangsambian Kelod
Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Bagi Penyandang Disabilitas di Peguyangan Kaja dan Padangsambian Kelod. Sumber foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Istri Wakil Wali Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa  meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi penyandang  Disabilitas di Desa Peguyangan Kaja dan Desa Padangsambian Kelod, Sabtu (4/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan, Disabilitas memiliki hak yang sama dalam menerima pelayanan Vaksinasi Covid-19.

“Saya berharap  kepada disabilitas dan keluarga pendamping untuk tetap semangat ditengah situasi saat ini dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Ayu Kristi.

Lebih lanjut Ayu Kristi mengatakan, vaksinasi juga diberikan kepada pendamping disabilitas yang belum divaksinasi. Hal ini dalam upaya mempercepat  cakupan vaksinasi bagi masyarakat Kota Denpasar.

Baca Juga :  Wagub Bali Tegaskan Bali Siap Sambut Wisatawan

Pelaksanan vaksinasi  bagi penyandang disabilitas  untuk  dosis pertama telah berlangsung dari tanggal 30 Agustus lalu dan ditargetkan pada akhir September mendatang  semua penyandang disabilitas di Kota Denpasar telah  tervaksin. Untuk pemberian vaksin dosis kedua akan dilakukan 21 hari setelah vaksin pertama di berikan.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan terkait pelaksanaan vaksinasi, agar semua penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan vaksinasi dan berharap Tim Penggerak PKK Desa dan Kelurahan agar ikut turun mendata masyarakat.

Sementara Kabid Bina Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. IB Gede Eka Putra menyampaikan sasaran Disabilitas yang mendapatkan vaksinasi di Desa Peguyangan Kaja sebanyak 24 orang dan di Desa Padangsambian Kelod sebanyak 8 orang.

Baca Juga :  32 Orang Pelanggar Prokes Tanpa Masker di Jaring Tim Yustisi Denpasar

Untuk jenis vaksinasi yang diberikan bagi  penyandang disabilitas ini adalah  Vaksinasi Sinopharm. Menurutnya Vaksinasi Sinopharm aman bagi Disabilitas karena telah mendapatkan uji klinis dan halal, namun usai menerima vaksin para disabilitas dapat tetap disiplin menerapkan  prokes,” ujarnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here