Semprot
Pemkot Denpasar Kembali Semprotkan Eco Enzyme di Seluruh Jalan Desa/Kelurahan di Kota Denpasar. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan penyemprotan eco enzyme ke udara sebagai disinfektan alami dan ramah lingkungan secara bekelanjutan.

Kadis DPMD Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mengatakan, penyemprotan secara simbolis telah dilakukan Bapak Walikota Denpasar IGN Jaya Negara minggu lalu. Untuk kegiatan selanjutnya dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat.

Untuk Jumat (30/7/2021) dimulai dari Depan Pura Jagatnatha dan menyebar ke seluruh Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar.

Baca Juga :  Bali Jadi Tuan Rumah Indonesia Solar Summit 2026, Sinergi Daerah Percepat Transisi Energi

“Eco enzyme yang diseprotkan sebanyak 8 tangki mobil. Setiap kecamatan mendapat jatah 2 tangki mobil,” ungkap Alit Wiradana.

Lebih lanjut dikatakan, delapan tangki mobil tersebut dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Denpasar dengan menyasar ruas wilayah desa/kelurahan di Kota Denpasar.

Penyemprotan yang dilakukan bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dapat memberikan dampak baik bagi lingkungan, khususnya di Kota Denpasar. Terlebih dalam masa pandemi saat ini dengan cairan eco enzyme yang terbuat dari fermentasi buah berfungsi sebagai disinfektan alami diharapkan dapat memutus penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Gubernur Koster Yakini Bali Layak Jadi Laboratorium Kearifan Lokal lewat Penguatan Sektor Pertanian dan Pariwisata

“Untuk itu kami ucapkan terimakasih untuk komunitas peduli lingkungan dalam hal ini Komunitas Eco Enzyme Nusantara yang telah melaksanakan kegiatan penyemprotan keliling untuk membersihkan udara Kota Denpasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Alit Wiradana mengatakan Eco Enzyme merupakan produk metabolit sekunder yang merupakan sabun udara. Eco Enzyme juga merupakan produk metabolit sekunder yang merupakan sabun udara.

Produk ini dihasilkan oleh mikroba anerob serta mengandung senyawa radikal hidroksil (OH radikal) dan ion hirdoksil (OH-). Setelah disemprotkan ke udara senyawa ini akan bereaksi terhadap polutan sehingga menghasilkan produk akhir berupa oksigen (O2). Oksigen inilah yang nantinya bertindak sebagai prekursor pembentukan ozon.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar dan BPS Teken Komitmen Bersama untuk Sukseskan Program Sensus Ekonomi 2026

Untuk itu diharapkan kegiatan ini dapat memberi manfaat yang baik kedepannya terkhusus di masa pandemi saat ini. Selain itu bisa membantu mengurangi beban alam dengan Pengelolaan sampah berbasis sumber.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News