Tips WFH
Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Kebijakan kerja dari ruah atau Work From Home (WFH) diambil sebagian besar instansi guna mengurangi penualaran Covid-19. Namun, terlalu lama menjalankan WFH saat pandemi menyebabkan tidak sedikit pekerja mengalami kebosanan bahkan stres.

Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., menyampaikan terdapat beragam respon yang ditunjukkan pekerja terhadap kebijakan WFH ini. Bagi sebagian orang bekerja dari rumah memang bisa menyebabkan stres. Namun, sebagian lainnya justru dapat menikmati bekerja dari rumah bahkan enggan untuk kembali menjalani rutinitas bekerja di kantor.

Baca Juga :  62 Mahasiswa dari 5 Negara Dunia Belajar Kewirausahaan Berkelanjutan dalam Global Summer Week 2026 di FEB UGM

“Ada banyak faktor yang memengaruhi seseorang merasakan stres saat WFH,” jelasnya Senin (26/7/2021).

Salah satunya dikarenakan faktor pekerjaan itu sendiri. Ia menuturkan terdapat pekerjaan yang sifatnya sangat fleksibel, bisa dikerjakan dari mana saja. Namun, ada pula pekerjaan-pekerjaan yang agak sulit atau kurang memberikan rasa nyaman maupun kepuasan jika dikerjakan dari rumah. Hal ini sangat berpotensi menimbulkan stres pada pekerja.

Selain itu juga faktor personal. Ia mencontohkan kondisi keluarga yang membuat WFH menjadi kurang nyaman. Misalnya memiliki anak kecil atau ada gangguan dari anggota keluarga dan lainnya.

“Bisa juga ada tipe kepribadian atau karekter tertentu yang menyukai bekerja di situasi formal atau menyukai bekerja saat bersama rekan kerja secara fisik,” imbuh dosen Fakultas Psikologi UGM ini.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News