STIKOM Bali
Salah satu pendiri ITB STIKOM Bali dan Pembina Yayasan WDS Denpasar, Prof. Dr. I Made Bandem, MA. Sumber Foto : Istimewa

“Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, mari bergabung di ITB STIKOM Bali, Polnas Denpasar atau Poltek G2 Singaraja bahkan kalau mau ingin kuliah di Jawa Barat gabung saja di STT Bandung,” ajaknya.

Di tempat yang sama, Rekror ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan membenarkan pernyataan Prof. Made Bandem.

“Betul sejak semua SMK TI Bali Global berdiri kami memberi kemudahan bagi para lulusannya melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali dengan meringankan biaya kuliah mereka hingga 50 persen dari biaya normal. Bahkan mahasiswa kurang mampu, kami memberi kesempatan magang di luar negeri supaya punya gaji untuk membiayai kuliahnya dan bisa membantu keluarganya,” tegas Dadang Hermawan.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Pelaku Transportasi, Gubernur Koster Perkuat Elektrifikasi Transportasi di Bali

Dadang merinci, keringanan biaya kuliah itu terdiri dari 50 persen Dana Pendidikan Pokok (DPP) dan 50 persen biaya kuliah per semester.

“Semua informasi ini tertera jelas dalam laman penerimaan mahasiswa baru. Silahkan klik di: www.siap.stikom-bali.ac.id,” ujar Dadang Hermawan.

Selain itu, Dadang masih memberi kesempatan lagi jika solusi pertama itu juga dirasa oleh sebagian orang tua masih menjadi kendala.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News