Lansia
Putri Koster Tinjau Vaksinasi untuk Lansia di Sanding Gianyar. Sumber Foto : Istimewa

Tak lupa pendamping orang nomor satu di Bali ini juga mengingatkan para peserta vaksinasi untuk tidak melupakan protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menajaga jarak. Ia menekankan meskipun sudah divaksin, bukan berarti kebal terhadap virus, namun ini salah satu langkah untuk melindungi masyarakat agar tidak mengalami gejala yang berat.

“Vaksin salah satu langkah untuk menguatkan imun kita agar mengenal virus ini. Jika antibodi kita sudah mengenal virus ini, maka bisa menjaga tubuh kita dengan baik,” jelasnya seraya meminta para lansia untuk meneruskan informasi ini ke keluarga serta masyarakat.

Baca Juga :  Evakuasi Dramatis di Gunung Batukaru, Tim Gabungan Temukan Pendaki Lansia yang Hilang

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa angka kasus baru akibat Covid-19 di Bali sudah mulai melandai. Akan tetapi, ia mengingatkan pandemi belum berakhir sehingga semangat implementasi 3M tidak boleh kendor. Ia berharap dengan proses percepatan vaksinasi serta implementasi prokes dengan disiplin bisa melandaikan penyebaran Covid-19 di Bali, sehingga bisa segera membuka pintu pariwisata internasional di Bali.

“Gianyar adalah salah satu kabupaten yang sangat bergantung pada pariwisata. Jadi mari kita sukseskan vaksinasi untuk pemulihan pariwisata dan ekonomi kita,” tegasnya.

Baca Juga :  Evakuasi Dramatis di Gunung Batukaru, Tim Gabungan Temukan Pendaki Lansia yang Hilang

Sementara Kadis Kesehatan Prov Bali Ketut Suarjaya menjelaskan Pemprov Bali sangat menaruh perhatian kepada para lansia di Bali karena 11,7% jumlah penduduk Bali adalah para lansia. Untuk itu penerbitan Perda tentang lansia diharapkan menjadi sarana dalam pemenuhan hak para lansia.

Ia juga menyebut bahwa harapan hidup Bali adalah nomor 4 di Indonesia setalah Provinsi DIY Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News