Astika mengatakan aplikasi yang digunakan cukup ringan. Dapat diakses dari mana saja dan dengan perangkat seperti komputer ataupun ponsel pintar. Hal yang menjadi penting adalah sinyal.
“Jika memang di daerah tertentu ada kesulitan signal maka dapat meminta kepada satuan pendidikan asal untuk mendaftarkan diri ke sekolah yang dituju,” kata dia.
Pada tanggal 30 Juni 2021, sudah diumumkan seluruh calon peserta didik yang melamar ke jenjang SMP. Masih banyak menyisakan yang tidak lolos. Bukan karena sistemnya tapi karena pelamarnya yang banyak. Pengumuman dengan cadangannya yang masih memungkinkan di tempat itu. Kalau yang sudah tidak dalam kapasitas sekolah itu, akan terpental ke sekolah lain sesuai dengan zonasinya.
“Hal yang menyebabkan terpental itu, sudah tidak memungkinkan untuk diterima tetapi masuk zonasinya. Disanalah kebijakan Disdikpora khususnya dalam mendistribusikan ketika anak tidak mendapatkan satuan pendidikan,” tutup Astika. (bpn)













