Audit
Bendesa Agung, Ida Panglinsir Agung Putra Sukahet. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Terkait desakan yang dilakukan oleh Majelis Ketahanan Krama Bali Nusantara (MKKBN) kepada lembaga berwenang, untuk untuk melakukan audit kepada Majelis Desa Adat (MDA) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali perihal penggunaan dana hibah yang tertuang dalam surat No: 09/MKKBN/V/2021 tertanggal 21 Mei 2021 yang ditujukkan kepada Ketua DPRD Bali oleh Ketua MKKBN, I Ketut Nurasa, SH., MH., beberapa hari yang lalu. Pihak MDA dan FKUB Bali, nampaknya tidak terlalu serius menanggapai adanya laporan tersebut.

Saat disinggung mengenai hal tersebut, Bendesa Agung MDA Bali yang juga Ketua dari FKUB Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet mengtakan, laporan tersebut bukanlah suatu ‘serangan’ yang mampu menjatuhkan mentalnya. Menurutnya, hal tersebut justru dinilai berbalik olehnya. Karena atas laporan yang dilayangkan kepada dirinya, pihaknya justru menjadi tahu bahwa kualitas dari pelapor tersebut, belum memahami betul mengenai urgensi terkait persoalan yang ada di Desa Adat dan Hindu Drasta Bali.

Baca Juga :  Wakil Bupati Buleleng Imbau Pemudik Tetap Patuhi Prokes

“Bagi Ratu, itu bukan serangan. Karena ngawur, kalau serangan kan ke muka langsung kena. Jadi itu ngawur bukan serangan. Kalau pikiran Ratu pendek, ya itu semua bisa digugat balik atas nama pencemaran nama baik, tapi kami belum ada ke arah itu,” ungkap Ida Panglisir Agung Putra Sukahet, Rabu (26/5/2021) lalu.

Atas tindakan yang ditujukan pada dirinya, Ida Panglingsir Agung tetap tenang dan kembali menilai tindakan yang dilakulan Nurasa belum memiliki dasar tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Ia yakin, publik sudah bisa menilai dini tindakan yang dilakukan oleh Nurasa tersebut.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 2 M di Banjar Batulumbang Gerana

“MDA itu dananya dikelola oleh PMA dan FKUB dikelola dananya oleh Kesbangpol, dan justru banyak dana pribadi malah keluar,” jelasnya.

Dalam hal ini, Ida Panglingsir Agung tidak mau terus berlarut-larut menanggapi permasalah tersebut, saat ini yang dilakukan justru sebaliknya, dirinya tengah berkonsentrasi untuk membantu pemerintah Bali dalam upaya bersama menjaga keajegan Hindu Dresta Bali dari rongrongan pengaruh luar yang ingin merusak tatanan kehidupan beragama, khususnya umat Hindu di Bali.

“Ini sudah menjadi harga mati. Agama Hindu drasta Bali itu kuncinya dan intinya. Jangan sampai adat budaya Hindu Bali dan desa adat di Bali ini habis, oleh transnasional atau gerakan asing yang ingin menghancurkan keberadaannya,” tegasnya.

Disisi lain, seperi informasi yang dikutip dari Media Bali, Ketua MKKB, I Ketut Nurasa belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut. Nurasa belum membalas pesan melalui WhatsApp, hingga berita ini diturunkan belum juga ada balasan. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini