BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia Pendidikan di masa depan, melalui bantuan teknologi, namun teknologi tidak mampu sepenuhnya menggantikan peran guru.
Kondisi demikian mendorong para pemangku kebijakan untuk mengambil langkah-langkah yang strategis dalam mengembangkan pendidikan untuk dapat menyesuaikan diri dalam proses pembelajaran. Penyesuaian ini di wujudkan melalui kebijakan Merdeka Belajar, dimana para siswa diberi kesempatan untuk belajar lebih luas.
Kebijakan tersebut mendorong salah satu SMK yang berada di Jembrana untuk menangkap kesempatan tersebut, SMK Negeri 2 Negara salah satu sekolah Menegah kejuruan yang terletak di Kabupaten jembrana, tepatnya di Desa Baluk, Kecamatan Negara.
Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Sekolah, SMK Negeri 2 Negara, Ketut Sukarmen mengatakan, program keahlian Agrobisnis produksi tanaman, menjadi terobosan baru dengan melakukan kerja sama kepada salah satu LSP yang bertujuan memberi tambahan pengetahuan bagi siswa Pertanian di masa pandemi seperti sekarang ini.
“Lembaga Sartifikasi Profesi Pertanian Organik (LSPPO), sebagai salah satu lembaga serrtifikasi yang bekerja sama untuk memberikan sertifikat kompetensi kepada 40 orang siswa yang kompeten di bidang pembuatan Pupuk Organik (Kompos),” ujar Ketut Sukarmen.
Langkah ini juga disambut baik oleh kepala SMK Negeri 2 Negara I Ketut Suartika, S.Pd.M.Pd., dengan menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang akan di ujikan.
Kegiatan sartifikasi nantinya diawali dengan uji kompetensi secara tertulis, dimana tujuannya adalah mengetahui kemampuan siswa secara teori, juga program keahlian Agrobisnis produksi tanaman sebagai tujuan utama dari kegiatan, yang akan memberikan bekal kemampuan teori dan praktek bagi siswa pertanian untuk dapat mengembangkan diri didunia usaha dan dunia industri dalam menghadapi era digital 4.0.
Pelaksanaan uji kompetensi dilaksanakan pada hari Senin (3/5/2021) di ruang praktek (laboratorium) SMK Negeri 2 Negara dengan melibatkan 40 orang peserta 2 orang penguji dan 2 orang pendamping dari SMK Negeri 2 Negara, yang di lanjutkan dengan ujian praktek yaitu ujian yang mendomontrasikan tehnik dan langkah-langkah dalam proses pembuatan pupuk organik, siswa yang lulus dan kompeten di bidang ini akan di berikan sartifikat kompetensi sebagai bukti bahwa siswa tersebut telah kompeten di bidang pupuk organik. (aar/bpn)













