Denpasar Gaming League 2021
Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa saat press conference kompetisi bertajuk 'Denpasar Gaming League 2021’, Jumat (23/4/2021). Sumber Foto : Istimewa

Ketua Umum Pengkot ESI Denpasar, I Nyoman Adikarya Nugraha, mengatakan kompetisi yang diberi titel ‘Denpasar Gaming League 2021’ ini mempertandingkan empat cabang atau kategori yang tergabung ke dalam E-sports yakni PUBG (Player Unknown’s Battlegrounds), Mobile Legend, PES (Pro Evolution Soccer) dan FIFA.

“Kami ingin membuat liga semi profesional dengan mengutamakan kualitas peserta. Makanya diseleksi lebih dulu melalui babak kualifikasi,” kata Adikarya Nugraha.

Untuk PUBG sudah terdata 44 tim yang mendaftar. Dari jumlah ini akan disaring menjadi 16 tim terbaik. Kemudian untuk cabang Mobile Legend ada 35 tim, dan hanya dicari 8 tim saja. Kemudian untuk cabang PES yang mendaftar sudah 70 tim dan hanya diakomodir 16 tim terbaik yang dibagi dalam dua grup.

Sementara untuk cabang FIFA ada 35 tim. Namun hasil kualifikasi yang berhak lolos ikut liga hanya 8 tim terbaik. “Kami hanya mencari yang terbaik. Hal ini mengadopsi sistem sepak bola di mana nantinya ada branding, profil team, outcome, harapannya dapat berjalan baik sehingga bisa dilirik sponsor,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari Rangkaian Denpasar Education Festival, Aneka Perlombaan Seni Digelar, Antari Jaya Negara Serahkan Penghargaan Pada Para Pemenang

Pelaksanaan PES dan FIFA digelar di Bron Cafe Renon mulai 22 Mei sampai 27 Juni mendatang. Namun saat babak final dilangsungkan di Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar.

Sedangkan PUBG digelar full online rentang 25 April-16 Mei, Mobil Legend 15 Mei-27 Juni. Namun pada babak semifinal dan final akan diselenggarakan secara offline di Dharma Negara Alaya pada 27 Juni mendatang.

“Kami ingin mengajak teman-teman memanajemeni tim secara profesional. Daripada bongkar pasang tim, lebih baik mempertahankan tim yang sudah ada dan bertanding dalam liga resmi sehingga bisa mengembangkan skill dan kualitas,” beber Adikarya Nugraha.

Dalam sorotannya, selama ini sering terjadi bongkar pasang tim di setiap kejuaraan. “Setiap turnamen itu, biasanya pasangannya berbeda dan nama timnya juga berbeda. Kami tidak ingin seperti itu,” tandas Adikarya Nugraha.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News