Potensi Diri
Ketua Dekranasda Buleleng Harapkan Pedagang Mampu Kembangkan Potensi Diri. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, I Gusti Ayu Aries Sujati mengharapkan para pedagang mampu mengembangkan potensi yang terdapat di dalam diri. Termasuk harus bisa memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang saat ini.

Hal tersebut disampaikan Aries Sujati kepada anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kecamatan Seririt  pada acara Pengabdian Kepada Masyarakat Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan, di Pura Padmasana, Kecamatan Seririt, Sabtu (17/4/2021).

Aries menjelaskan, program kegiatan yang diselenggarakan oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini merupakan program yang sangat bagus untuk dikembangkan khususnya bagi para pedagang. Dalam hal ini para pedagang yang kurang memahami teknologi yang sedang berkembang saat ini. Dengan adanya sosialisasi ini dipastikan para pedagang khususnya ibu-ibu mampu bersaing dan lebih berkembang dalam mengelola bisnisnya.

“Sebenaranya program ini fokus untuk agama Hindu, tetapi sudah dibagi menjadi dua yaitu satu untuk agama dan satu untuk masyarakat umum,” jelasnya.

Baca Juga :  Hazton, Inovasi Distan Buleleng Tingkatkan Produksi Padi

Untuk saat ini pemahaman menyasar kepada kelompok WHDI yang terdapat di Kecamatan Seririt. Dimana  sebagian besar dari anggota WHDI ini juga berprofesi sebagai pedagang yang tergolong kurang memahami teknologi.

Dengan demikian, mereka nantinya harus dibekali dan diberikan solusi terkait dengan pengembangan potensi yang terdapat di dalam diri mereka. Khususnya di bidang pengetahuan teknologi seperti media sosial dan yang lainnya.

“Tentunya mereka akan diberikan tentang kewirausahaan serta bisa memanfaatkan teknologi seperti media sosial ataupun tempat-tempat berjualan secara digital yang ada,” ujar Aries Sujati.

Sementara itu Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Gede Suwindia mengatakan, kegiatan yang mengambil tema “Penguatan Jati Diri Bangsa Berbasis Ilmu dan Agama” ini merupakan langkah utama terhadap penguatan adat dan agama serta tradisi di tengah berkembangnya zaman digitalisasi.

Seperti di Kecamatan Seririt yang merupakan daerah heterogen yang memiliki masyarakat beragam dari sisi agama, adat dan tradisi. Dengan demikian kedepannya diharapkan kerukunan dalam umat beragama agar dijadikan prioritas dalam bermasyarakat.

“Zaman sekarang ini serba digital dan dimudahkan dengan media sosial. Masyarakat diharapkan bisa memilah dan memilih mana informasi yang bisa disebar maupun tidak. Sehingga tidak menyebabkan konflik,” katanya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News