HLM
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jembrana. Sumber Foto : Istimewa

“Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan IV 2020 tumbuh -12,21% (yoy), sedikit membaik dibanding triwulan III 2020 yang mencapai -12,32% (yoy). Sementara itu, kinerja ekonomi Jembrana di tahun 2020 tercatat tumbuh sebesar -4,96% (yoy), mengalami perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang sebesar 5,56% (yoy). Lapangan usaha utama perekonomian Jembrana adalah pada sektor pertanian (21,81%), transportasi (14,42%) dan Akmamin (12,27%),” papar Trisno.

Oleh karena itu, perlu adanya dorongan agar kabupaten Jembrana dapat berfokus pada sektor pertanian dan mendukung industri pengolahan dengan mengembangkan hilirisasi produk pertanian. Hal ini tentu dapat memberikan nilai tambah pada produk pertanian sehingga akan meningkatkan daya jual atau daya saing komoditas ekspor, seperti padi, kakao dan ikan, yang tentunya akan berdampak pada perekonomian kabupaten Jembrana.

Baca Juga :  Bank Indonesia Perkuat Literasi dan Cinta Lingkungan di World Book Day 2026

Selain itu, dari sisi perkembangan harga, Provinsi Bali mengalami deflasi -0,15% (mtm) pada Februari 2021. Meski demikian, beberapa komoditas pangan justru mencatat kenaikan harga, diantaranya cabai rawit, cabai merah, daging babi, sawi hijau dan bayam. Untuk mengantisipasi Hari Raya Nyepi, empat komoditas yang perlu dicermati ialah telur ayam ras, bawang merah, cabai merah dan cabai rawit. Hal ini terutama disebabkan oleh periode perayaan Nyepi yang berlangsung pada triwulan I di mana pasokan masih belum optimal akibat curah hujan yang tinggi, serta peningkatan permintaan menjelang hari raya.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Adha, Galungan dan Kuningan, TPID Badung Tinjau Sentra Pangan

Dalam hal ini, Bank Indonesia merekomendasikan sejumlah kebijakan untuk pengendalian inflasi ke depan. yaitu dengan melaksanakan program pengendalian inflasi sesuai kewenangan OPD dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Untuk itu TPID harus dapat menjamin kecukupan pasokan, kestabilan harga dan kelancaran distribusi sebelum pelaksanaan hari raya Nyepi dan Isra Miraj.

Hal lain juga perlu dilakukan, dengan meningkatkan kerja sama antar daerah, yang mendorong pembentukan BUMD pangan, dan pemanfaatan aplikasi digital dalam teknologi pertanian, serta pemantauan harga dan penjualan hasil pertanian.

Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya MoU kerjasama antar Daerah dengan Kabupaten lain di Provinsi Bali, guna mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Jembrana maupun di Provinsi Bali.(aar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News