Petani
Pembukaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Kabupaten Jembrana tahun 2021, ditandai dengan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Anggota Komisi IV DPR RI A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra, Kepala BBPP Ketindan Sumardi Noor menyerahkan bibit kakao kepada salah satu peserta di Gedung Kesenian Ir.Soekarno, Rabu (24/3/2021). Sumber Foto : Istmewa

BALIPORTALEWS.COM, JEMBRANA – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba membuka bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas petani dan penyuluh Kabupaten Jembrana tahun 2021 di Gedung Kesenian Ir.Soekarno, Rabu (24/3/2021).

Bimtek yang diinisiasi oleh Anggota Komisi IV DPR RI A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra, berserta Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Sumardi Noor tersebut bertujuan untuk meningkatkan mata pencaharian dan kesejahteraan petani di 50 Subak Abian se-Kabupaten Jembrana.

Kepala BBPP Ketindan Sumardi Noor menyampaikan kegiatan bimtek ini akan dilaksanakan selama 1 hari yang diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari 10 orang penyuluh pertanian dan 50 orang petani dengan materi Pengembangan Tanaman Cacao (Cokelat) dari Hulu sampai Hilir dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan : Budidaya Kakao dari Hulu ke Hilir.

Baca Juga :  Sinergi Pecalang dan Babinsa Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Persembahyangan Hari Raya Kuningan

Seperti diketahui petani dan penyuluh adalah aset insani yang perlu mendapat prioritas dalam penyusunan perencanaan program pembangunan pertanian supaya menjadi lokomotif, penggerak dan pelopor yang kreatif, inovatif, profesional, mandiri, mampu bersaing, dan berwawasan global.

“Untuk mewujudkan upaya peningkatan kapasitas petani dan penyuluh tersebut, maka BBPP Ketindan pada tahun anggaran 2021 menyelenggarakan bimbingan teknis yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan. Harapannya usai menyelesaikan bimtek ini harus segara diimplementasikan dan tidak berhenti disini saja harus ada keberlanjutan yang komprehensif, perlu pembinaan, pendampingan dan pengawalan serta monitoring terus menerus dari berbagai pihak yang terkait,” ucapnya.

Lebih lanjut Sumardi Noor memaparkan komoditas utama perkebunan yang menjadi andalan eksport Indonesia, salah satunya adalah kakao selain karet, kelapa sawit, kopi dan teh. Kakao merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang pernananya cukup penting bagi perekonomian nasioal khususnya bagi penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara, disamping itu kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan di wilayah dalam pengembangan agroindustri.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here