Mendukung
Sumber Foto : Istimewa

Menurutnya, Satgas harus lebih berperan aktif mengedukasi dan mengingatkan kepada warganya dan apabila perlu lakukan teguran bagi warganya yang membandel. “Laksanakan pengawasan dengan ketat kepada warga khususnya yang baru kembali dari bepergian jauh atau luar daerah agar melaksanakan isolasi mandiri terlebih dahulu untuk mencegah atau mengantisipasi klaster baru,” sebut Dandim.

Semakin banyak mobilitas semakin besar resiko penyebaran Covid-19 untuk itu harus mempunyai langkah-langkah untuk pencegahan.

Pembentukan Posko Desa Tangguh Dewata dengan sasaran desa yang melaksanakan PPKM Mikro, harus melakukan langkah-langkah antara lain pembinaan, pencegahan, penanganan dan perbantuan.

Baca Juga :  Putri Koster Tegaskan Kebersihan Bali Dimulai dari Rumah Lewat Gerakan Kulkul PKK

Babinsa dan Babinkamtibmas serta semua pihak harus saling berkordinasi untuk mengurangi kegiatan warga yang sifatnya kumpul-kumpul atau berkerumun agar tidak semakin meluas penularan Covid-19 ini.

Pelaku usaha seperti pemilik warung, toko, untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan dalam kegiatan upacara keagamaan harus saling berkordinasi antara pihak terkait dengan desa adat sehingga bisa berlangsung sesuai prosedur kesehatan.

“Indikator keberhasilan dari pembentukan Posko Desa Tangguh Dewata yaitu bisa merubah status dari zona merah menjadi zona hijau,” pungkasnya.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News