PTM
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana Tinjau Simulasi PTM di SDN 3 Banjar Jawa. Sumber Foto : Istimewa

“Penjemputannya pun teratur ya, kalau sudah ada yang jemput dan mengabari guru, baru boleh pulang. Jadi tidak boleh bergerombol, tidak boleh bermain-main,” kata Agus Suradnyana.

Jika PTM yang telah disimulasikan ini berhasil, Agus Suradnyana mengharapkan bulan depan sekolah sudah bisa dilakukan dua kali dalam seminggu. Serta dilakukan per jenjang kelasnya.

“Tapi saya minta, jika nanti menggabung, karena ruang kelasnya terbatas, misalkan nanti kelas enam digabung sama kelas satu, jadi membatasi interaksi. Karena kalau sebaya, saya rasa interaksinya akan lebih banyak,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika mengungkapkan persiapan untuk PTM ini telah dilakukan dengan sungguh-sungguh. Semua disiapkan tanpa rekayasa. Pihak dinas maupun sekolah tidak mau mempertaruhkan kesehatan siapapun. “Utamanya anak-anak peserta didik, guru dan masyarakat juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  PLN Peduli Dukung UMKM Jembrana Kembangkan Ruang Kreatif PLN

Dirinya menambahkan, bahwa semua instrumen pendukung PTM di SDN 3 Banjar Jawa telah siap dan sesuai dengan anjuran prokes yang ada. Ia berharap, agar kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa terlaksana.

“Pertama untuk menjalankan protokol kesehatan, semua sudah siap. Kedua, tempat duduk dari anak-anak sudah kita sesuaikan semuanya, kita atur jaraknya kita buat pembatas meja dengan menggunakan akrilik. Jadi, antara murid satu dengan lainnya, prokes sudah memenuhi, bakan melebihi dari yang dianjurkan. Sesuai arahan bupati, masker juga akan diganti setiap masuk ke lingkungan sekolah. Mudah-mudahan ini berjalan lancar kedepan semuanya untuk akhirnya bisa disetujui oleh pimpinan, sehingga pembelajaran tatap muka di masa transisi ini dapat disetujui dan berjalan,” pungkas Astika.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini