Baliportalnews.com
Selalu terhubung dengan kami.

Pontil juga mengtakan bahwa tantangan sebagai pelaku usaha fashion atau distro di Bali adalah bagaimana mempertahankan posisi ketika sedang diatas. Dimana, pada tahun 2010 produk dari Voordurend Love Company sangat booming. Bahkan, menjadi satu-satunya brand disebuah toko yang barangnya laku semua.

“Namun itulah bisnis, pasang surut akan selalu ada, jangan pernah berhenti berfikir untuk berinovasi, kapan pun dan dalam posisi apapun,” jelasnya

“Sacara pribadi pengalaman yang paling berkesan adalah bagaimana produk yang kita buat dapat diterima di pasar dan ada yang membuat versi palsunya,” ungkapnya sembari tertawa

Baca Juga :  Raker Komwil IV APEKSI ke-21 di Denpasar Rumuskan Strategi Penguatan Pelayanan Publik

Pontil juga berpesan bahwa Denfest ke-13 yang digelar secara hybrid ini merupakan suatu harapan dan kegiatan yang sangat dinantinya.

“Sebagai pelaku usaha yang ikut serta, denfest virtual ini meruoakan apa yang menjadi harapan dan kitatunggu bersama, online sangat bisa di akses oleh banyak orang, jika ofline orang yang berbelanja itu-itu saja, dengan online bisa lebih luas, secara personal saya sangat mendukung dan menunggu kegiatan ini terlaksana, sangat baik dan kedepan online juga harus digerakkan untuk mengamankan market luar Bali,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News