Baliportalnews.com
Selalu terhubung dengan kami.

Dengan menerapkan sistem pemasaran online, justru respon sangat banyak, dimana daya beli masyarakat terhadap produk yang diproduksi sejak Bulan April bagus, Mei bagus dan Juni bagus. Nemun  demikian di Bulan Juli mulai terjadi penurunan.

“Jadi anugrahnya disini, kami bisa keluar dari zona nyaman dan terus berinovasi,” paparnya.

Pontil turut menceritakan pengalamanya, dimana dari kecil tumbuh di keluarga seni, dimana ayah seorang peelukis dan ibu seorang penari. Sebagai anak terkecil melihat seni itu menjadi suasana rutin setiap hari. Sedangkan fashion timbul karena keinginan pribadi untuk terlihat berbeda. Saat  ini semenjak pandemi melanda beberapa hal baru turut saya kerjakan. Dimana, dahuulu saya disibukkan dengan desain produk, saat ini saya merambah seni grafik desain dan marketing.

Baca Juga :  Raker Komwil IV APEKSI ke-21 di Denpasar Rumuskan Strategi Penguatan Pelayanan Publik

“Saya mulai mendesain sejak SD, saya sudah mendesain baju, yang awalnya digunakan untuk baju kelas,” paparnya.

Pontil turut berpesan bahwa sebagai insan kreatif intinya adalah bagaimana mampu tampil beda dari yang lain. Pihaknya juga bercerita perjalanan awal mula berdirinya Voorduren yang kuncinya adalah tampil beda. Dimana, saat kuliah banyak melihat keseharian masyarakat yang tidak sesuai terhadap fashion di Bali. Dimana keberadaan dan eksistensi brand lokal dan pasar kodok kenyataannya belum bisa memfasilitasi ide dan harapan, maka diputuskan untuk membuat brand sendiri.

“Sampai saat ini brand kita dikenal dengan karya yang full frame, inilah ciri khas dan bagaimana caranya agar pasar mau dan tertarik dengan produk kita,” jelasnya.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News