Pelatihan Nelayan
Asisten I Provinsi Bali, Gede Indra (tengah) bersama Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (dua dari kanan) dan Kepala BBMKG Denpasar, Taufik Gunawan (kiri). Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapangan Nelayan (SLN) Tahun 2020 di 20 provinsi, salah satunya Bali bertempat di BBMKG Wilayah III Denpasar. Kegiatan tersebut berlangsung pada 8-10 November 2020 dengan mengangkat tema “Dengan Informasi Cuaca, Melaut Aman, Nelayan Sejahtera Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru”.

Turut hadir yakni Asisten I Provinsi Bali – Gede Indra, Kepala BMKG – Dwikorita Karnawati, Deputi Bidang Meteorologi – Guswanto dan Kepala Pusat Meteorologi Maritim – Eko Prasetyo.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Taufik Gunawan menyampaikan bahwa SLN merupakan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nelayan terhadap informasi cuaca maritim guna mendukung kegiatan sektor perikanan dan kelautan.

“Sesuai dengan tema tahun ini, tujuan dilaksanakannya SLN adalah berbagi ilmu pengetahuan dari BMKG kepada nelayan dan penyuluh perikanan terkait pelayanan informasi meteorologi maritim,” kata Taufik.

Ditambahkan, tujuan lainnya adalah memberikan pengetahuan kepada nelayan dan penyuluh perikanan terkait tentang iklim dan kemampuan antisipasi dampak gejala iklim ekstrem terhadap kegiatan perikanan, meningkatkan diseminasi layanan informasi meteorologi maritim kepada penyuluh, serta memberikan pemahaman informasi iklim dan pemanfaatannya secara optimal untuk menunjang keberhasilan pembangunan di sektor perikanan dalam adaptasi kebiasaan baru.

Baca Juga :  Manfaatkan PEN, Wakil Bupati Buleleng Harapkan Pembangunan Berjalan Optimal

Sekolah lapangan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari penyuluh perikanan kabupaten/kota se-Bali, perwakilan kelompok nelayan, serta petani garam, rumput laut dan budidaya udang. Sejumlah peserta juga mengikuti secara online melalui virtual meeting dari beberapa negara di South West Pasific.

“Narasumbernya dari pihak internal BMKG, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Badan Riset dan Observasi Laut, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali,” imbuhnya.

Taufik menambahkan khusus untuk tindak lanjut Perjanjian Kerjasama dengan Bank Indonesia, telah dilaksanakan kegiatan SLCN dan SLI Operasional yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dengan menghadirkan narasumber dari BMKG yang berlokasi di kelompok binaan Bank Indonesia yaitu Kelompok Nelayan Udang Vaname Desa Budeng, Jembrana dan Kelompok Petani Bawang Putih Manik Pertiwi di Desa Wanagiri, Sukasada, Buleleng.

Sebagai evaluasi pelaksanaan SLCN tahun 2019, dibentuk grup Whatsapp yang diberi nama “Nelayan Cerdas” yang secara rutin menerima produk informasi prakiraan cuaca dan gelombang dari BMKG maupun Peta Potensi Penangkapan Ikan yang bersumber dari BROL. (dar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here