Panen Sabo Sawo
Sumber Foto : guz/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, TABANANSabo atau Sawo merupakan salah satu buah yang memiliki kalsium yang tinggi, kaya akan serat dan tentunya rasanya yang sangat enak.

Pohon Sabo atau Sawo berbuah pada umumnya musiman yaitu setahun sekali namun ada juga yang bisa memanen beberapa kali dalam setahun tergantung bagus tidaknya kualitas buahnya. Apabila kurang bagus buahnya akan kecil-kecil dan sedikit sehingga para petani tidak akan memanennya, bahkan dibiarkan begitu saja menjadi santapan kelelawar yang doyan memakan buah ini.

Salah satu daerah penghasil sabo terbaik di Kabupaten Tabanan adalah  Br. Adat Tireman, Desa Bengkel Sari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali.

Dalam sekali panen pada satu pohon bisa menghasilkan buah sebanyak 1-2 kwintal Sabo bahkan bisa lebih. Pada satu pohon di musim panen bisa dipetik 2 sampai 3 kali.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster Lantik Ketua TP PKK Kota Denpasar, Jembrana, Karangasem, Bangli, Tabanan dan Badung

Umur Pohon Sabo bisa mencapai puluhan tahun sehingga tiap tahun masyarakat bisa memanen buah ini dengan melimpah.

Salah satu warga di Br. Adat Tireman, Desa Bengkel Sari, I Made Sukana (54) mengungkapkan penghasilan dari desa kami adalah buah Sabo ini, walaupun panennya setiap setahun sekali namun masyarakat sangat merasakan dampaknya. Bahkan saya sering mengirim hasil panen keluar wilayah Kabupaten Tabanan, seperti ke Karangasem, Denpasar dan Badung.

“Pembeli di Karangasem sangat menantikan datangnya musim Sabo dari daerah kami ini. Kata mereka sabo kami sangat manis, buahnya besar-besar, pokoknya enak kata mereka. Jenis sabo kami adalah Sabo Madu dan uniknya apabila mengambil bibit Sabo di Desa kami dan ditanam di Desa lain, rasanya akan beda, tidak seenak ini hasil panen disini. Mungkin karena tekstur tanahnya yang cocok untuk perkebunan Sabo, disini hampir semua masyarakat memiliki Pohon Sabo yang jumlahnya bervariatif,” terangnya.

Baca Juga :  Polsek Pupuan Limpahkan Dua Pencuri Kopi ke Kejari Tabanan

Selain Sabo, masyarakat di Br. Adat Tireman, Desa Bengkel Sari ini juga memiliki hasil komuditi Kakao atau Coklat yang juga menunjang ekonomi masyarakat sehari-hari.

Desa Bengkel Sari ini juga memiliki letak geografis yang sangat bagus, jarak dari pantai hanya 1 Km saja. Jadi apabila bisa dikembangkan nantinya, pariwisata bisa sangat maju di daerah ini.

Banyak Youtuber atau Vloger sudah mendokumentasikan potensi Desa Ini, salah satunya Creator KEBOH CHANNEL “Keluarga Heboh dari Bali”. Keboh Channel bertekad memperkenalkan potensi desanya melalui konten-konten kreatif dan informasi seputar wisata-wisata di Bali.

Adek Ika merupakan Vloger Keboh Channel mengungkapkan dirinya akan terus berupaya memperkenalkan obyek wisata di pedesaan dan tentunya agar dikenal dunia melalui akun YouTube-nya.

Baca Juga :  PLN UID Bali Dorong Modernisasi Pertanian dengan Electrifying Agriculture

“Walaupun situasi sulit, kami terus berkreativitas, semoga upaya kami ini diterima baik di masyarakat Bali dan kami berharap situasi akan kembali pulih seperti sediakala dalam waktu yang cepat, agar wisata Bali kembali Bangkit,” terangnya saat ditemui, Sabtu (3/10/2020).(guz/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here