Hujan Lebat
Tim Gabungan Pemkot Denpasar saat atensi penanganan Genangan air di beberapa titik wilayah Kota Denpasar Sabtu (10/10/2020). Sumber Foto : Humas Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Denpasar pada Sabtu (10/10/2020) pagi hingga siang hari. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan debit air permukaan tidak sepenuhnya dapat tertampung di drainase maupun sungai. Sehingga, kondisi tersebut menyebabkan terjadinya genangan air di beberapa titik Wilayah Kota Denpasar.

Namun, hingga berita ini ditulis, seluruh titik sudah kembali normal dan tertangani oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan BPBD Kota Denpasar.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya terdapat 12 titik genangan yang terjadi yang tersebar di beberapa titik. Yakni  Jalan Gunung Salak, Monang-Maning, Segina Kertapura, Jalan Tukad Pule, Jalan Moh. Yamin, Jalan A. Yani, Jalan Kecubung, Jalan Kaliasem, Jalan Tukad Nyali, Jalan Raya Puputan, Jalan Tukad Gangga, Jalan Hang Tuah dan Jalan Cok Agung Tresna.

Kadis PUPR Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta saat dikonfirmasi Sabtu (10/10) menjelaskan bahwa curah hujan dengan itensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kota Denpasar pada Sabtu (10/10/2020) pagi hingga menjelang siang hari. Tentunya kondisi ini tidak dapat dipungkiri menyebabkan meningkatnya debit air di drainase dan sungai di Kota Denpasar.

Baca Juga :  Kelurahan Sumerta Gencarkan Inovasi Suling

Karenanya, DPUPR Kota Denpasar yang menerjunkan 300 orang petugas bersama Tim Gabungan  yang terdiri atas BPBD dan DLHK Kota Denpasar langsung melaksanakan atensi dan penanganan di 13 titik tersebut. Selain itu, seluruh tim juga menyebar ke seluruh wilayah Kota Denpasar untuk melaksanakan pemantauan dan penanganan luberan air.

“Sejak adanya laporan kami langsung atensi dan turunkan seluruh tim, bersama Tim Gabungan sehingga secepat mungkin aktivitas dapat kembali normal, dan saat ini sudah berhasil ditangani, dan seluruh aktifitas kembali normal,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada prinsipnya sistem drainase sudah cukup baik, namun  demikian mengingat curah hujan cukup tinggi disertai sumbatan sampah dan topografi yang cenderung datar membuat timbulnya genangan air saat hujan lebat dengan intensitas tinggi. Kondisi ini memungkinkan daya tampung drainase yang melebihi kapasitasnya, sehingga selang beberapa menit saja surut kembali. Namun demikian masyarakat diminta tetap waspada dan ikut andil menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan memasuki akhir tahun yang identik dengan cuaca buruk baik itu hujan lebat dan angin kencang, pihaknya menghimbau masyarakat yang hendak bepergian untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca saat bepergian. Bahkan, untuk memberikan jaminan keamanan alangkah baiknya menunda untuk bepergian selama kondisi cuaca yang tidak menentu.

Baca Juga :  Aparat Penegak Hukum di Bali Berintegrasi Cegah Korupsi

“Agar warga berhati-hati dan waspada saat bepergian karena cuaca yang kurang baik, bila perlu kurangi  untuk bepergian selama cuaca yang tak menentu, selain itu masyarakat dapat melaporkan ke BPBD Kota Denpasar perihal kebencanaan dan adanya kegawatdaruratan dengan menghubungi Pusdalops BPBD Kota  Denpasar di nomer telpon 112 atau 0361-223333,” tandas Dewa Rai. (ags/humas-dps/bpn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here