Ni Luh Putu Vera Diana, Amd.Kes. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLIBuah jatuh tidak jauh dari pohonnya, mungkin seperti itu ungkapan yang bisa disampaikan kepada gadis kelahiran Tamanbali, Bangli 5 September 1997, Ni Luh Putu Vera Diana, Amd.Kes.

Vera Diana adalah cucu dari pelawak Bali I Wayan Tarma (DOLAR), Gadis lulusan Poltekes Denpasar yang saat ini bekerja sebagai tenaga medis di salah satu rumah sakit swasta di daerah Klungkung ini, meneruskan jejak kakeknya untuk menekuni dunia seni. Meski profesinya jauh berbeda dari hobinya dirinya memberanikan diri untuk membentuk sanggar seni tari yang diberi nama “Sanggar Sekar Jepun”.

Sanggar yang baru dibentuk kurang lebih tiga tahun ini sudah mampu merangkul generasi muda yang ada di desanya untuk bersama-sama belajar dan melestarikan tari bali.

Baca Juga :  Kreteg Penghubung Jalur Br. Sidawa Menuju Desa Tamanbali Nyaris Amblas

“Sampai saat ini sanggar sekar jepun sudah memiliki 100 orang anak didik, dan pelatihan dilaksanakan seminggu dua kali,” ungkap Vera Diana.

Ketertarikan Vera terhadap dunia seni berawal dari kelas 3 SD Dimana saat itu dirinya diajak menari di panggung seni terbesar di Bali yaitu panggung terbuka ardha chandra art centre Denpasar. Saat itu Vera berperan sebagai joged cilik. Dan beradu acting bersama kakeknya DOLAR dan beberapa seniman Drama gong yang sedang hits pada masa itu seperti, Perak, Cedil, Patih Sugita, A.A.Oka Suci serta dan Seniman lainnya.

Ditemui di sela-sela kesibukanya Kamis (24/9/2020) dimana dibulan September ini, sanggarnya mengikuti peragaan seni virtual yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Baca Juga :  Langkah Bijak Pemkab Bangli Hentikan PTM Disambut baik oleh Dandim

“Kami berharap sanggar ini dapat berkembang untuk melestarikan seni dan budaya Bali,“ tutup Anak pertama dari pasangan I Nengah Suryadi Putra dan Ni Luh Mayoni ini. (dek/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here