Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Buku kumpulan cerpen berjudul “Sebab Cinta” karya Kadek Purnami diterbitkan ulang pada tahun ini, setelah pertama kali terbit tahun 2012 dengan edisi yang terbatas.

Buku tersebut berisi 12 karya cerpen dan satu prolog yang bertemakan kehidupan yang dibalut dalam kisah romansa, mimpi, harapan, keputusasaan, derita dan kontemplasi. Tak hanya itu, cerita dalam buku ini juga mengangkat tema-tema yang berlatar belakang budaya dan tradisi Bali yang kuat.

“Tidak usah malu menjadi melankolis, tetapi bukan hanya melankolis yang terdapat pada kumpulan cerita pendek ini, melainkan empati kepada sosok-sosok yang tidak beruntung dalam hidup, Twist di akhir cerita tampak sebagai ciri, tetapi realismenya yang memberi konotasi, dengan kecermatan feminim yang peduli kerincian pada konvensi hubungan romantik. Sungguh perlu memperhatikan buku Sebab Cinta ini, dalam pembermaknaan pengalaman orang-orang biasa yang sepintas lalu sepele saja di sekitar kita, karena telah menjadi berharga,” ungkap Seno Gumira Ajidarma.

Hadir dengan wajah sampul yang baru, buku ini diberi kesan kekinian dari yang sebelumnya oleh penerbit asal Jogjakarta Indie Book Corner. Selain itu buku Sebab Cinta ini juga diberikan ilustrasi lukisan pada setiap cerpennya yang menambah sisi artistik.

Baca Juga :  Paslon Jaya-Wibawa Akan Tata Wajah Kota Denpasar

Pada tahun yang sama, selain terbit ulang buku Sebab Cinta ini juga dibuat dalam versi alih wahana menjadi buku suara oleh audiobookportal.com. Dalam buku tersebut seluruh ceritanya dituturkan langsung oleh penulis dengan iringin musik yang berkerjasama dengan beberapa musisi.

“Saya merasa senang buku ini bisa terbit ulang dan juga sekaligus hadir dalam bentuk buku suara sehingga karya buku Sebab Cinta ini dapat menyapa pembaca dan sekaligus pendengar yang lebih luas. Tentu dengan alih wahana ini dapat membuka ruang imajinasi yang lebih mendalam, dan karya buku suara ini juga nantinya dapat dikembangkan lagi dan direspon lebih luas dalam sebuah bentuk pementasan panggung bertutur,” ungkap Kadek Purnami.

Kadek Purnami adalah seorang penulis asal Ubud – Bali, telah cukup lama berkecimpung dalam dunia kesusastraan dan turut aktif mengelola beberapa kegiatan festival sastra dan budaya. (dar/bpn)

Silahkan Berkomentar

Please enter your comment!
Please enter your name here