Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Gojek komit membantu jutaan mitra usaha di Tanah Air, dimana 95 persen merupakan UMKM untuk mengembangkan usahanya secara daring melalui berbagai layanan.

Komitmen yang dilakukan oleh Gojek di sektor UMKM tersebut mendapat dukungan dari Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati M.Si (Wakil Gubernur Bali), drh. I Wayan Mardiana, M.M (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali) dan I Wayan Gede Ari Danangga (Ketua Tim Ekonomi Kreatif Kabupaten Gianyar). Hal itu terungkap pada webinar bertema “#UMKM Lebih Kuat Bersama Gojek & Pemprov Bali” yang dirangkai dengan pelatihan kewirausahaan dan kreativitas di masa pandemi serta digital marketing.

Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang biasa disapa Cok Ace, mengatakan pandemi Covid-19 sejak awal Maret 2020 telah mempengaruhi hampir semua sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali. Tidak hanya sosial dan budaya, namun  juga sektor ekonomi, politik bahkan keamanan.

“Khusus di sektor ekonomi, pendapatan Bali hilang sekitar Rp9,7 triliun perbulan dari transaksi yang bersumber dari pariwisata saja. Namun demikian, Bali masih bisa bertahan berkat keberadaan UMKM ini. Oleh karena itu, kita harus jeli melihat sektor-sektor mana saja yang masih bisa berjalan dimana uang masih beredar. Setelah kita mengidentifikasi, bagaimana kita bisa mengakses kanal-kanal tersebut dan mendeliver-nya kepada konsumen,” jelas Cok Ace.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Badung Tetapkan Pemilihan dengan Satu Pasangan Calon

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Gojek yang telah menyelenggarakan pelatihan UMKM, khususnya bidang kuliner.

“Gojek telah mengubah tantangan yang kita hadapi, khususnya pelaku UMKM kuliner menjadi peluang bisnis di era kenormalan baru. Gojek menawarkan berbagai kemudahan, melalui platform digital yang dapat mempertemukan antara konsumen dan produsen. Sekali lagi kita harus tetap optimis pasti ada peluang, kalau kita jeli menangkap peluang tersebut,” tegas Cok Ace.

Sementara itu VP Gojek, Leo Wibisono menyampaikan pandemi ini mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah pergeseran preferensi konsumen yang semakin mengandalkan layanan platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Merespon pergeseran perilaku ini, Gojek berkomitmen mendorong sebanyak-banyaknya UMKM untuk bermigrasi online dan bergabung di ekosistem GoFood. Dengan demikian, akan semakin banyak UMKM kuliner yang dapat terus tumbuh dan beradaptasi dengan dukungan solusi terlengkap Gojek yang lebih dari sekadar teknologi.

“Sinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Bali ini merupakan langkah konkrit dimana UMKM tidak hanya diajarkan pelatihan secara online dengan tema yang sesuai, namun langsung diberikan kesempatan untuk bergabung dalam ekosistem Gojek sebagai mitra merchant GoFood. Kami berharap lewat sesi pelatihan ini, para UMKM dapat memperoleh ilmu yang meningkatkan kreativitas dan semangat, serta saling berbagi pengetahuan dasar berbisnis untuk membekali mereka dalam memulai usahanya,” jelas Leo. (dar/bpn)

Tinggalkan Komentar