Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANASekelompok anak-anak muda Jembrana yang tergabung dalam komunitas bernama Truna Truni Tuwed Bersatu, Minggu (16/8/2020) pagi menunjukkan kepeduliannnya terhadap kelestarian dan keselamatan lingkungan.

Aksi mereka diwujudkan dengan menanam ratusan pohon mangrove di area pesisir Pantai Rawa Hutan Mangrove Tuwed.

Turut hadir di tengah tengah acara Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, anggota DPRD Kabupaten Jembrana dan Camat Melaya I Putu Gede Oka Santhika.

Aksi diawali dengan bersih-bersih bersama di sepanjang jalan guna menindak lanjuti sampah-sampah plastik yang ada di sisi jalan menuju hutan mangrove Desa Tuwed.

Baca Juga :  Pulihkan Ekonomi Bali, Gubernur Koster Lepas Ekspor Kakao Fermentasi 10 Ton ke Osaka Jepang

Penanaman tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah kalangan group vespa, Sekhe Ngelulu dan Truna Truni Tuwed Bersatu serta warga sekitar.

Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan turut memberi semangat kepada anak-anak muda ini dalam menanam mangrove. Bahkan Wabup Kembang ikut serta menanam pohon yang bergabung dengan ratusan anak-anak muda yang makin semangat menanam.

Kembang memberikan apresiasi positif dengan kepedulian anak-anak muda terhadap lingkungan, tekad dan semangat serta keiinginan yang kuat Truna Truni Tuwed Bersatu di tengah kemajuan teknologi informasi yang makin canggih.

“Anak muda punya kesadaran yang luar biasa, dan ini menjadi nilai tersendiri yang paling penting mereka ada kepedulian terhadap lingkungan. Dari sini mudah-mudahan generasi muda yang lain bisa mengikuti untuk peduli dengan lingkungan dan ini patut untuk dicontoh,” kata Kembang.

Sementara itu, Ketua Panitia Ni Luh Gede Diah Wijayanti menyebutkan, sebanyak 800 pohon mangrove basah ditanam di area rawa hutan mangrove. Ia ingin mengubah kesan buruk terhadap anak-anak muda. Dan ia tunjukkan dengan peduli terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Wabup Ipat Dampingi Kelian Dinas Dharma Yatra Ke Sejumlah Pura di Banyuwangi

“Setidaknya kita menanggulangi bencana alam seperti abrasi dan mempertahankan daratan ini supaya tidak terus dikikis air laut. Kami juga didukung oleh group vespa, Sekhe Ngelulu, dan Truna Truni Tuwed Bersatu beserta warga yang ada di sekitar sini,” ujar Diah Wijayanti.(agg/bpn)