Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Tahapan Pilkada 2020 kini memasuki tahap pemutakhiran data pemilih, yang dilakukan secara masif oleh KPU Kabupaten Tabanan. Hal itu pun mendapatkan dukungan dari parpol di Kabupaten Tabanan, yang kemudian terungkap dalam bimtek yang diselenggarakan KPU Tabanan, dengan melibatkan instansi terkait dan parpol, Senin (10/8/2020). Bimtek kali ini menghadirkan narasumber komisioner KPU Bali, AA Gede Raka Nakula.

Parpol pun menegaskan dukungan secara penuh terhadap proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan jajaran KPU Kabupaten Tabanan, hingga ke tingkat bawah. “Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan jajaran KPU Tabanan dalam proses pemutakhiran data pemilih ini, sehingga dalam Pilkada Tabanan dapat berjalan tanpa konflik,” tegas I Gusti Nyoman Omardani dari PDI Perjuangan Tabanan.

Menurut dia, secara kelembagaan PDIP sangat mengapresiasi kerja KPU Tabanan dalam proses pemutakhiran data pemilih kali ini, karena selalu melibatkan parpol dan instansi terkait. “Kami yakin, data yang akan dihasilkan benar-benar berkualitas, sehingga kualitas pilkada pun jadi meningkat,” ucap Omardani yang juga anggota Komisi I DPRD Tabanan itu.

Ada juga masukan, khususnya untuk pemilih pemula yang berumur 17 tahun pada saat 9 Desember 2020, agar haknya benar-benar dilindungi. Artinya, para pemilih pemula itu benar-benar bisa menggunakan haknya secara konstitusi.

Baca Juga :  Tim Penindakan Ops Yustisi Agung Covid-19 Polsek Mengwi Tindak Pelanggar Prokes

“Saya berharap KPU Tabanan memberikan perhatian serius terhadap pemilih pemula yang belum melakukan perekaman e-KTP, sehingga hak konstitusi mereka benar-benar dijamin,” ucapnya, seraya menyrbut ada tiga poin penting dengan kondisi di lapangan terkait pemilih pemula.

Tiga poin dimaksud, di antaranya yang sudah berumur 17 tahun, namun belum melakukan perekaman e-KTP. Begitu juga yang belum berumur 17 tahun, tapi sudah kawin, dan belum melakukan rekam e-KTP. Yang ketiga adalah yang berumur 17 tahun tepat pada 9 Desember 2020. “Mudah-mudahan hal ini sudah diantisipasi, sehingga hak konstitusi pemilih kita tetap terjaga,” harapnya.

Sementara perwakilan dari Partai Golkar, Made Arjana, mengatakan yakin dengan apa yang dikakukan KPU hingga jajaran ke bawah, adalah upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas data pemilih. “Melihat pola kerja KPU Tabanan, kami yakin proses pemutakhiran data pemilih dalam pilkada mendatang akan maksimal, dan kami sangat mengapresiasi atas kerja KPU Tabanan. Kami yakin data pemilih kali ini berkualitas,” ucapnya.

Sementara Raka Nakula pun menegaskan, pemutakhiran data pemilih yang kini masih memasuki masa coklit telah dilakukan secara masif oleh jajaran KPU hingga ke tingkat paling bawah. Hal itu semata-mata bertujuan untuk menghasilkan data pemilih yang berkualitas dan yang memenuhi tiga unsur, yakni akurat, mutakhir, dan komperehensif.

Baca Juga :  World Clean Up Day Indonesia 2020 di Polsek Selbar

“Upaya yang dilakukan jajaran kami tentu dengan melibatkan semua elemen secara terbuka dan transparan, dalam upaya menyajikan data pemilih yang berkualitas,” ucap Raka.

Dia menyebut kata kunci kesuksesan proses tersebut adalah koordinasi yang apik antara seluruh pemangku kepentingan dan jajaran penyelenggara. “Di Tabanan, kami lihat koordinasinya sudah bagus. Mohon dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga dalam setiap proses tahapan pilkada bisa berjalan dengan aman dan lancar,” tukasnya.

Raka Nakula yang didampingi moderator Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Tabanan, I Ketut Sugina, dan Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa, juga berharap jajaran partai politik di Kabupaten Tabanan terlibat aktif dalam porses pemutakhiran data pemilih yang sedang dilakukan KPU Tabanan. “Bapak ibu pimpinan partai politik, kami harapkan ikut berpartisipasi dalam proses ini, karena partai politiklah yang memiliki konstetuean, sehingga data pemilih yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan harapan kita,” harap Nakula.

Sementara Weda Subawa menegaskan bahwa pihaknya selalu melibatkan pihak terkait dalam setiap proses tahapan pilkada yang kini sedang berjalan. Dia berharap hubungan baik antara KPU dan pihak terkait selama ini dapat dipertahankan dan tingkatkan, sehingga segala proses tahapan bisa berjalan aman dan lancar.

Baca Juga :  Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Buleleng Capai 91,9 Persen

“Kami dari KPU Tabanan selalu terbuka dan transparan dalam setiap proses, sehingga pihak terkait, khususnya partai politik, bisa memantau proses tahapan yang sedang dilakukan oleh jajaran KPU Tabanan,” ujar Weda.

Sementara Kabid Piak Disdukcapil I Wayan Januada juga menegaskan kesiapannya membantu KPU Tabanan dalam proses pemutakhiran data pemilih yang sedang berjalan. “Kami siap melakukan perekaman e-KTP bagi pemilih pemula yang belum memiliki e-KTP, sesuai data yang dimiliki KPU Tabanan. Tentu akan kami sinkronkan datanya dengan yang ada di kami,” ujarnya.

Setelah tahapan coklit, lanjutnya, data diserahkan untuk dipastikan, dan segera melakukan perekaman e-KTP. Bahkan, dia berjanji akan jemput bola, jika KPU Tabanan telah memberikan data pemilih yang belum rekam e-KTP. “Kalau data dari KPU sudah kami dapatkan, kami akan langsung jemput bola ke desa-desa, guna melakukan perekaman eKTP,” tegas Januada. (ita/bpn)