Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pandemi Covid-19 memberikan guncangan yang cukup keras terhadap perekonomian Bali yang pada triwulan II-2020 tercatat kontraksi sebesar -10,98 persen (yoy) akibat dari penurunan kegiatan pariwisata. Kabupaten Badung sebagai tujuan wisata utama termasuk wilayah yang paling merasakan dampaknya. Oleh karena itu, Bank Indonesia sangat mendukung implementasi penerapan tatanan kehidupan era baru yang diharapkan secara perlahan ekonomi Bali kembali bangkit.

Hal tersebut disampaikan Kepala KPw Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho saat menghadiri “Launching Kecak New Normal dan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS” di kawasan objek wisata Uluwatu, Badung, Sabtu (22/8/2020).

Dikatakan, dipilihnya kawasan objek wisata Pura Uluwatu ini sangat tepat karena merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik dan internasional dengan rata-rata kunjungan sebelum pandemi sebanyak 7.000 orang per harinya. Meskipun sempat ditutup untuk beberapa waktu, pihaknya yakin ke depan kawasan ini akan tetap menjadi tujuan wisata favorit karena belum ada yang mengalahkan sensasi menonton pertunjukan Tari Kecak sambil menikmati keindahan sunset di Laut Hindia Selatan dari tebing karang tinggi seperti di Uluwatu ini.

Baca Juga :  Kapolres Badung Berbincang Santai dengan Masyarakat

“Oleh karena itu, penerapan tatanan kehidupan era baru menjadi penting dilakukan di kawasan objek wisata Pura Uluwatu guna menyambut kembali wisatawan yang perlahan mulai berdatangan ke Bali,” ujar Trisno.

Sejak Juni 2020, BI bersama pemerintah daerah dan perbankan telah melakukan kunjungan ke berbagai tempat di seluruh Bali dalam bentuk “Road to Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali”. Salah satu agenda utamanya adalah dibukanya sektor pariwisata Bali tahap I untuk masyarakat lokal Bali pada 9 Juli 2020 dan dibukanya sektor pariwisata Bali II untuk wisatawan domestik pada 31 Juli 2020.

Sesuai SE Gubernur No. 3355, penerapan tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedapankan protokol kesehatan, tetapi juga mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran secara nontunai atau berbasis digital antara lain menggunakan QRIS.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BI menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya sektor pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman.

Baca Juga :  Gelar Event Kuliner, Upaya Promosikan Goa Jepang Sebagai Tempat Wisata

“QRIS sebagai kanal pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru karena mendukung faktor clean, health, safety, and environment sustainability (CHSE) karena meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi,” imbuhnya.

Kali ini, kawasan objek wisata Pura Uluwatu tidak hanya sudah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan tetapi juga telah mengadaptasi pertunjukan Tari Kecak sesuai dengan prosedur era baru hingga mempersiapkan cara bertransaksi secara digital menggunakan QRIS untuk pembelian tiket.

“Saya berharap penggunaan QRIS ini ke depan dapat semakin diperluas di destinasi-destinasi wisata lainnya di Badung. Harapannya, dengan dioptimalkannya penggunaan QRIS selain mampu mencegah risiko penularan virus juga mampu mendukung pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat Badung khususnya Desa Pecatu,” ungkap Trisno.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada perbankan di Bali khususnya BPD Bali yang telah berupaya mendukung perluasan penggunaan QRIS di seluruh Bali.  Hal ini terbukti jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS per 7 Agustus 2020 telah mencapai 116.538 merchant, meningkat sebesar 357 persen dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang hanya 25.483 merchant. Dari angka tersebut, sebaran di Kabupaten Badung merupakan yang terbanyak dengan pangsa 27 persen atau sebanyak 31.537 merchant.

Baca Juga :  Pelajar Badung Ikuti Lomba Cerdas Cermat Pekan Nasional Keselamatan Jalan

“Kami yakin setelah implementasi digitalisasi di Uluwatu ini, akan semakin mendorong percepatan dan perluasan implementasi penggunaan QRIS di Bali dan khususnya di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru untuk Bali Bangkit adalah komitmen dan kerjasama semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha dan masyarakat. BI bekerjasama dengan Pemprov Bali, Pemkab Badung, pengelola desa, BPD Bali dan Ketua Sanggar Tari dan Tabuh Karang Bomo Uluwatu bersinergi menjadikan objek wisata Pura Uluwatu tidak hanya siap menerapkan tatanan kehidupan era baru tetapi juga menjadi kawasan wisata berbasis digital.

“Saya sangat meyakini apabila kerjasama yang telah terjalin ini dapat terus kita tingkatkan, dan kita senantiasa tertib menerapkan protokol tatanan kehidupan era baru maka sebagaimana harapan Bapak Presiden Jokowi, pada triwulan III ini ekonomi Bali akan mulai bangkit kembali,” pungkasnya. (dar/bpn)