Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Denyut kegiatan ekonomi di Bali akan bisa pulih jika Covid-19 segera berlalu. Untuk itu Bank Indonesia (BI) tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa kebangkitan perekonomian Bali bisa terlaksana apabila tatanan kehidupan Bali era baru sesuai yang tertuang dalam SE Gubernur No.3355 dapat dilaksanakan dengan disiplin.

Oleh karenannya, tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedepankan protokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran tanpa kontak fisik secara nontunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS.

Hal tersebut disampaikan Kepala KPw BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho pada kegiatan “Digitalisasi Wisata dan UMKM Bangli Berbasis QRIS BPD Bali Mobile” bertempat di Panelokan, Kintamani, Minggu (9/8/2020).

“Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor termasuk di pusat perbelanjaan, objek wisata, hingga rumah sakit karena mendukung faktor clean, health, safety and environment sustainability (CHSE) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi. Hal ini sejalan dengan imbauan WHO yang mengimbau masyarakat agar menggunakan contactless payment,” ujar Trisno.

Baca Juga :  Terapkan Pendidikan Teknologi, Koding Next Dorong Kualitas Siswa

Dipaparkan, per 31 Juli 2020 mencapai 113.737 merchant sudah menggunakan QRIS, dimana sebanyak 1.832 merchant berada di Kabupaten Karangasem dan sebanyak 1.755 merchant berada di Kabupaten Klungkung. Angka tersebut meningkat signifikan sebesar 346 persen dibandingkan awal tahun 2020. Dari angka tersebut, sebanyak 57 persen (64.650) merchant merupakan usaha mikro, 20 persen (22.751) merchant usaha kecil, 17 persen (18.862) merchant usaha menengah dan 6 persen (6.807) merchant usaha besar.

“Kami meyakini peningkatan penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal ini akan semakin mendorong percepatan kebangkitan perekonomian Bali,” imbuhnya.

Kunci keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru menuju Bali Bangkit tidak lepas dari adanya kerjasama dari semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha, tim medis dan masyarakat.  Harapannya, supaya kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali dapat mengikuti jejak Kabupaten Bangli dalam menerapkan tatanan kehidupan Bali era baru meliputi digitalisasi transaksi nontunai berbasis QRIS di berbagai sektor khususnya UMKM dan pariwisata sebagai penopang perekonomian Bali. (dar/bpn)