Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Campus Orientation and Familiarization (COF) Royal Bali College telah digelar sejak 3 Agustus 2020, berlangsung lancar dan sukses di masa adaptasi baru. Penutupan COF ditandai pelepasan burung serta upacara mejaya-jaya mahasiswa baru di Kampus setempat, Jumat (8/8/2020).

Kepala Lembaga Pelatihan dan Keterampilan – LPK Royal Bali College, Ni Kadek Suwandayani, S.Pd., menyampaikan, Campus Orientation and Familiarization angkatan ketujuh diikuti 220 mahasiswa baru dari program Diploma 1 (D1) Jurusan Housekeeping, Front Office Service, F&B Service, Culinary, Bar dan program Diploma 2 (D2) Jurusan Butler.

Kegiatan tersebut diisi berbagai kegiatan mulai 3 Agustus 2020 lalu dengan upacara pembukaan, pengenalan program dan kehidupan kampus, kelas bahasa inggris, pembekalan, permainan, serta mejaya-jaya dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat.

“Bersyukur hari ini, acara COF dapat kita dapat melalui dengan sukses di tengah pandemi Covid-19, semoga ini pula menjadi awal yang baik dalam proses pembelajaran para mahasiswa baru,” ujar Ni Kadek Suwandayani.

Setelah Campus Orientation and Familiarization (COF), mahasiswa baru pada 10 Agustus 2020 mulai mengikuti proses pembelajaran. Untuk mahasiswa di dalam kelas dibatasi maksimal enam belas orang yang sebelumnya tiga puluhan lebih.

Baca Juga :  Rai Mantra Paparkan Inovasi dan Teknologi Pelayanan Publik di Masa Pandemi Covid-19

Royal Bali College dalam pembelajaran menerapkan dua metode, baik daring dan praktek offline di kampus dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari mahasiswa masuk dengan mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, memakai masker serta selalu menjaga jarak.

“Optimis proses berlangsung sukses di tengah pandemi Covid-19,” imbuh Ni Kadek Suwandayani yang biasa dipanggil Miss Wanda ini.

Founder Royal Bali College, Gede Sumitra Adnyana menyampaikan, pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan kampus dengan memanfaatkan teknologi. Setiap kali masuk kampus wajib scan QRCode atau click link dari apps android rbcollege. Teknologi digital digunakan sebagai sarana untuk proses pelatihan tetap berjalan meski ada PKM atau lockdown karena bisa dilakukan pelatihan secara online.

“Kami tegaskan bahwa Royal Bali College satu-satunya LPK di Gianyar bahkan di Bali yg menggunakan Intergrated Training System yang sistemnya disesuaikan dengan paduan dari WHO, UNICEF dan ICS (Internasional Chamber of Shipping),“ pungkas Sumitra Adnyana.

Sementara itu, Alit Budi Sastrawan, Amd Par, CHt, CMMH yang juga sebagai Founder Royal Bali College dan sekaligus Managing Director PT ISS Management berpesan melalui Dharma Wacananya, tentang 3 Fundamental untuk mencapai kesuksesan. Royal Bali College dan mahasiswa yang mengikuti Program Pelatihan 1 & 2 tahun adalah Tekad, Kemauan dan Fokus.

Baca Juga :  Lagi, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Denpasar Bertambah 3 Orang

“Kita meyakinkan jika ketiga Fundamental Kesuksesan itu dijalani oleh Management dan Mahasiswa, maka program Pelatihan Royal Bali College akan berjalan dengan baik sesuai SOP Adaptasi Baru,“ tegas Alit Budi Sastrawan.

Ketua Yayasan Manggala Widya Sastra, I Nyoman Kariyasa didampingi Head Marketing Royal Bali College, Dewa Gede Indra Yuda menyampaikan, di era New Normal, Royal Bali College siap menerapkan aturan baru protokol kesehatan. Dikatakannya, kebiasaan ini memang menjadi hal baru, tetapi harus dibiasakan demi kesehatan dan kesuksesan proses pendidikan di kampus.

“Besar kemungkinan pada awal tahun 2021 akan dibuka kelas Executive untuk persiapan kebutuhan principal beberapa perusahaan kapal persiar di Amerika dan Eropa, termasuk River Cruises,“ tutup Kariyasa.(ads/bpn)